Soroti Rapor Merah BUMN, Mulyadi Ajak Masyarakat Awasi Prosedur PMN

- Minggu, 22 Mei 2022 | 11:45 WIB
Soroti Rapor Merah BUMN, Mulyadi Ajak Masyarakat Awasi Prosedur PMN (Ist)
Soroti Rapor Merah BUMN, Mulyadi Ajak Masyarakat Awasi Prosedur PMN (Ist)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Berita soal rapor merah kinerja emiten Badan Usaha Mili Negara (BUMN) sering muncul di media meski kemudian menguap begitu saja seiring waktu.

Sejak tahun 2015, pemerintah secara besar-besaran memberikan modal kepada sejumlah Badan Usaha Milik Negara atau BUMN. Melalui Penanaman Modal Negara (PMN), BUMN diharapkan mampu meningkatkan perannya sebagai agen pembangunan yang aktif dalam mendukung program prioritas nasional.

Namun sayang, meski sudah dapat suntikan dana, kinerja keuangan sejumlah BUMN masih buruk. Anggota Banggar DPR RI, Mulyadi mengungkapkan, meski terbukti tidak efektif, negara seperti tak kapok melakukaan pola penyuntikan PMN tersebut.

"Saat ini banyak BUMN rapornya merah tapi masih gampang saja pemerintah meloloskan usulan PMN," kata Mulyadi dalam acara diskusi Kerjasama JMSI Jabar Dengan ISEI yang bertajuk "Transparansi Pengelolaan Negara: Problem Utang Luar Negeri BUMN dan Pembiayaan Infrastruktur dalam APBN" di Jalan Maskumambang No 39 Kota Bandung, Sabtu (21/5/2022).

Seharusnya, kata dia, pemerintah lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan negara. Mulyadi khawatir, hal itu membuat beban APBN makin berat. Apalagi, selama ini pemerintah tampak nyaman dengan konsep defisit manajemen.

"Ini akan jadi beban APBN di masa yang akan datang," ujarnya.

Maka dari itu, Mulyadi mengajak masyarakat berpartisipasi aktif melakukan pengawasan terhadap pengalokasian APBN.

"Kita harus mengkritisi dampak kebijakan utang terhadap APBN karena transparansi anggaran itu penting. Jangan sampai tiba-tiba ada utang yang tidak terkontrol oleh negara," imbuhnya.

Apalag, menurut Mulyadi, jika utang itu berasal dari pinjaman luar negeri, pengelolaannya harus transparan dan tepat sasaran karena akan berimbas pada kedaulatan ekonomi bangsa kedepannya. Sebenarnya, kata dia, banyak potensi ekonomi yang bisa digali dan meminimalisir utang atau menjual aset.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X