Polda Jabar: Jalur Pansela Tempat Masuk Penyelundupan Narkoba Jaringan Internasional

- Jumat, 20 Mei 2022 | 09:40 WIB
Polda Jabar: Jalur Pansela Tempat Masuk Penyelundupan Narkoba Jaringan Internasional (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)
Polda Jabar: Jalur Pansela Tempat Masuk Penyelundupan Narkoba Jaringan Internasional (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Polda Jabar menyebut jalur pansela merupakan lokasi yang kerap menjadi tempat penyelundupan narkoba jaringan internasional.
 
Hal tersebut dapat dibuktikan ketika Polda Jabar bersama petugas gabungan berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu 66 karung atau 1,196 ton di Pantai Madasari, Kecamatan Paringin, Kabupaten Pangandaran, 16 Maret 2022 lalu.
 
Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana mengakui, pihaknya mengetahui adanya transaksi narkoba itu didapat dari laporan warga sekitar. Untuk itu, pihaknya menyarankan kepada instansi lain yang terkait guna membangun partisipatif masyarakat Jawa Barat terhadap bahaya narkoba.
 
 
"Terkhusus wilayahnya berada di wilayah internasional, masuknya dari Pangandaran, Cianjur, Garut, Cipatujah, dan Sukabumi atau wilayah-wilayah yang disebut dengan jalur pansela," kata Suntana.
 
"Kalau masyarakat bisa dikoordinasikan dengan semangat partisipasi, semangat peduli menjaga lingkungan dan negara kita, mungkin informasi itu tidak hanya satu, tapi mungkin yang lainnya," ujar Kapolda menambahkan.
 
Diberitakan sebelumnya, polisi pun menggelar pemusnahan terhadap barang bukti narkoba jenis sabu seberat 1,196 ton di dua tempat yang berbeda.
 
 
Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar Kombes Pol Johannes R Manalu mengungkapkan, lokasi pertama pemusnahan sabu dilaksanakan di Mapolda Jabar, sedangkan lokasi kedua pihaknya bekerja sama dengan PT. Biofarma Bandung.

"Kapasitas incinerator yang kami miliki cukup terbatas, maka dalam rangka pemusnahan kami menggandeng pihak dari PT. Biofarma yang mempunyai incinerator dengan kapasitas besar," kata Johannes R Manalu di Mapolda Jabar, Kamis, 19 Mei 2022.

Pihaknya mencontohkan, dengan incinerator yang ada hanya dapat menampung 10 kg sabu dan membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga jam untuk dimusnahkan.

"Jadi, kami bekerja sama dengan PT. Biofarma Bandung untuk dapat meminjam incinerator-nya. Sehingga pemusnahan dapat cepat dilakukan dan tidak menunggu waktu yang lama," ucapnya.
 
Baca Juga: AKHIRNYA! BSU BPJS Ketenagakerjaan 2022 Siap Cair, Cek Segera Anda Terdaftar?

Senada dengan Johannes, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo menjelaskan, pemusnahan sabu seberat 1,196 ton memang dilaksanakan di dua tempat yang berbeda.

Kata Ibrahim, hal tersebut lantaran kapasitas alat pemusnahan yang ada yaitu portable tidak cukup untuk memusnahkan sebanyak ini.

"Sehingga (Polda Jabar) bekerjasama dengan pihak lain untuk melakukan pemusnahan," jelasnya.
 
Adapun penggagalan sabu jaringan internasional ini berawal dari penangkapan SA alias Y dengan narkotika jenis sabu sebanyak 6 gram di Kampung Ciliwung, Kabupaten Bogor pada 25 Februari 2022.

Setelah itu, petugas gabungan yang terdiri dari Bareskrim Polri, Dit Narkoba Polda Jabar dan BNNP Jabar, mendapatkan informasi dari SA bahwa dia mendapatkan sabu dari HM, yang terlibat dalam jaringan internasional peredaran sabu dan sedang ada transaksi sabu di pelabuhan Selatan.

Baca Juga: Daftar Samsung Terbaru Mei 2022: Ada Harga Samsung A52 hingga Samsung A53 Periode Mei

Adapun dalam pengungkapan ini terdapat lima tersangka yang ditangkap. Kelima tersangka itu antara lain SA alias Y sebagai pengedar sabu, HM alias J sebagai pengendali peredaran sabu serta penghubung dengan nelayan untuk mencari alat pengangkut, lalu HH bertugas untuk mendistribusikan sabu, MB yang merupakan warga negara asing (WNA) asal Afganistan, dan AH sebagai kurir.

Tak hanya sabu, petugas gabungan juga mengamankan barang bukti lainnya, yaitu satu paket sabu seberat 27 gram, tiga mobil untuk mengangkut sabu, ponsel, perahu nelayan Sea Gipsy, kartu atm, airsoftgun serta rekaman cctv.

Pengungkapan sabu 1,196 ton ini diduga dimainkan oleh sindikat antar Timur Tengah dalam peredarannya.

Baca Juga: Oppo Reno 8 Rilis 23 Mei, Berapa Harga Oppo Tebaru 2022 Ini?

Dan dari hasil pengungkapan ini juga, diperkirakan menyelamatkan sekira 5,98 juta jiwa dari bahaya narkotika jenis sabu. Perkiraan 5,98 juta jiwa ini didapatkan berdasarkan asumsi jika 1 gram sabu dikonsumsi oleh 5 orang.

Atas perbuatan tersangka, Polri menerapkan Pasal 112 ayat (2) Jo. Pasal 113 ayat (2) Jo. Pasal 114 ayat (2) Jo. Pasal 115 ayat (2) Jo. Pasal 115 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat  (1) UU RI No. 35 Tahun 2005 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X