Renungan Harian Kristen Jumat 20 Mei 2022 Perbuatan Kecil yang Bernilai di Mata Tuhan

- Jumat, 20 Mei 2022 | 08:40 WIB
Renungan harian kristen malam saat teduh Jumat 20 Mei 2022 perbuatan kecil yang bernilai di mata Tuhan (Pixabay/geralt)
Renungan harian kristen malam saat teduh Jumat 20 Mei 2022 perbuatan kecil yang bernilai di mata Tuhan (Pixabay/geralt)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Renungan harian kristen malam saat teduh Jumat 20 Mei 2022 perbuatan kecil yang bernilai di mata Tuhan.

Renungan harian kristen malam saat teduh hari ini diangkat dari kisah Yeremia 38:1-13: Yeremia dimasukkan ke dalam perigi; ia tertolong oleh Ebed-Melekh seorang Hamba Raja.

Saudara sekalian yang terkasih didalam Tuhan Kita Yesus Kristus.

Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari ini Jumat 20 Mei 2022, Berikut Syarat dan Biayanya

Bacaan alkitab harian hari ini mengajarkan kepada kita bahwa perbuatan kecil yang bernilai di mata Tuhan.

Sebab apa yang dilakukan oleh hamba Raja itu ternyata berkenan dihadapan Tuhan.

Apa yang dilakukannya yakni menyelamatkan sang Hamba Tuhan yakni Yeremia itu menjadi sebuah kisah yang sebenarnya tidak memiliki nilai keuntungan bagi Ebed-Melekh.

Baca Juga: Syarat Terbaru Perjalanan Domestik setelah Pemerintah Melakukan Pelonggaran Prokes

Sebab itu hanyalah sia-sia saja. Nmaun karena melihat apa yang telah dilakukan oleh yeremia, ia sangat percaya bahwa Tuhan bersama dengan Yeremia.

Kita ketahui bahwa berulang kali Yeremia menyampaikan pesan Tuhan kepada bangsa Yahudi itu untuk serahkan diri kepada Babel agar hidupnya tidak sia-sia karena mati dibunuh jika mempertahankan kota itu.

Sebab kehancuran itu sudah diketahui oleh Yeremia, namun karena keras hati membuat raja dan para petingginya tidak mau meninggalkan kota itu dan bahkan mereka akan melawan bangsa Babel itu.

Baca Juga: Raih Penghargaan Top BUMD 2022, bank bjb Ajak Kolaborasi BPD Lainnya

Walaupun sebagai nabi Tuhan atau hamba Tuhan Yeremia, pun mengalami masa-masa yang sulit.

Ketika Dia menyampaikan firman Tuhan berupa nubuatan  yang diperintahkan Tuhan kepadanya, Yeremia malah dibenci bahkan dianiaya.

Mereka mereka mengambil Yeremia dan memasukkannya ke dalam perigi.

Mereka menurunkan Yeremia dengan tali.  Di perigi itu tidak ada air, hanya lumpur, lalu terperosok lah Yeremia ke dalam lumpur itu."  (Yeremia 38:6).
 
 
Disana Yeremia mengalami kisah yang pahit dan penganiayaan.

Sebagai manusia tentu ada perasaan yang sangat takut dalam kegelapan malam yang pekat sendirian dan lain sebagainya.

Alkitab mencatat Yeremia berseru kepada Tuhan, "Ya Tuhan, aku memanggil namaMu dari dasar lobang yang dalam.

Engkau mendengar suaraku!  Janganlah Kau Tutupi telingaMu terhadap kesahku dan teriak tolong aku!"
 
Baca Juga: Tebing 20 Meter Ambrol, Akses Jalan Cianjur Selatan Tertutup

Tuhan yang Maha Baik dan tidak meninggalkan hambaNya yang berseru kepadaNya itu bukan Tuhan yang tuli.

Dia mendengar teriak anak-anakNya yang berada dalam kesesakan.

Maka dengan kuasaNya, Dia memakai orang kecil dan bahkan tidak berharga dimata dunia untuk menolong hambaNya itu.

Tuhan memakai Ebed-Melekh untuk menyelamatkan Yeremia.

Orang Etiopia itu melapor kepada raja bahwa Yeremia telah dimasukkan dalam perigi (Yeremia 38:7-9).
 
Lalu raja menyuruh Ebed-Melekh untuk membebaskan Yeremia, "Bawalah tiga orang dari sini dan angkatlah nabi Yeremia dari perigi itu sebelum ia mati!"  (Yeremia 38:10).

Bila saat ini kita sedang dalam 'perigi masalah' dan sepertinya tidak ada harapan, berserulah kepada Tuhan, Dia pasti akan memberikan jalan keluar yang terbaik.

Apa pesan bagi kita dari bacaan alkitab hari ini?

Bahwa dalam kehidupan kita sehari-hari kita sering mendengar kan dan bahkan melihat secara langsung sifat dan perbuatan manusia yang terlalu egois dengan dirinya sendiri.

Kita sering melihat orang yang keras hati dan susah dikasih tahu bahwa apa yang dipetahankannya, diperjuangkannya, dan diharapkannya adalh sebuah kesalahan.
 
 
Namun karena kepedean dan keegoisannya maka dia tidak mendengarkan orang lain yang lebih tahu dan lebih berpengalaman dari dirinya.

Sehingga membuatnya pada akhir dari kisah keegoisannya itu hanyalah sebuah penyesalan dan penderitaan.

Maka sejauh orang yang ingin membawa kita kepada kebaikan dan jalan yang benar maka janganlah kita berkeras hati dan mempertahankan keegoisan kita sendiri.
 
Baca Juga: TERBARU! Kode Redeem ML Mobile Legends 20 Mei 2022, Ada Hadiah Menarik dari Moonton

Sebab Tuhan akan memakai orang lain untuk menegur kita dan karena Tuhan ingin selamatkan kita dari penyesalan, penderitaan, dan kemalangan.
 
Maka sebagai orang yang beriman marilah kita serahkan diri dan hidup kita kepada tuhan yang satu-satunya akan memberikan kita kehidupan yang lebih baik daripada yang kita perjuangkan dengan menurut kehendak dan pemikiran  kita sendiri.

Demikian renungan harian kristen malam saat teduh Jumat 20 Mei 2022 perbuatan kecil yang bernilai di mata Tuhan.***
 

Editor: Dina Miladina Dewimulyani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X