PWI dan Dewan Pers Kecam Penembakan Jurnalis Palestina Shireen Abu Akleh

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 21:21 WIB
Berikut profil jurnalis perempuan bernama Shireen Abu Akleh yang meninggal dunia usai di tembak tentara Israel  (Twitter @AidaTuma)
Berikut profil jurnalis perempuan bernama Shireen Abu Akleh yang meninggal dunia usai di tembak tentara Israel (Twitter @AidaTuma)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengutuk keras pembunuhan wartawan Al Jazeera keturunan Palestina berkebangsaan Amerika Serikat, Shireen Abu Akleh.

Besar kemungkinan penembakan dilakukan tentara Israel saat Shireen meliput konflik yang terjadi di Kamp Pengungsi Jenin, Tepi Barat, wilayah Palestina yang dijajah Israel.

Ketua Umum PWI Pusat Atal Sembiring Depari mengatakan, pembunuhan seorang wartawan, apalagi yang tengah bertugas di lapangan, tidak hanya jelas-jelas melanggar hukum humaniter internasional, tetapi, juga merupakan kekejian yang sama sekali tidak berperikemanusiaan.

“Apalagi sangat jelas bahwa Shireen sudah memakai rompi bertuliskan besar-besar Press," kata Atal dalam pernyataan pers, Sabtu 14 Mei 2022.

PWI Pusat mengutuk kekejian yang hingga saat ini ditengarai dilakukan personel militer Israel itu. Boleh jadi upaya pembunuhan tersebut seiring dengan kerapnya Shireen melaporkan apa yang dilakukan tentara Israel di wilayah pendudukan Palestina.

“Rekam jejak Shireen selama ini menegaskan bahwa dirinya adalah seorang wartawan yang tak bisa membiarkan kekejaman dan ketidakadilan terjadi di wilayah pendudukan Palestina, yang seolah telah normal dilakukan aparat Israel,” kata Atal.

Baca Juga: Indonesia Kutuk Keras Pembunuhan Jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh oleh Israel

Aneka fakta kejahatan yang dilakukan tentara Zionis di wilayah pendudukan Tepi Barat, antara lain, mengebom kantor Al Jazeera di Jalur Gaza. Padahal, kantor itu juga menampung wartawan media AS, Associated Press (AP).

“Diamnya sejumlah negara yang mengaku jawara HAM dunia, begitu pula negara-negara Eropa, patut disayangkan dan kita nyatakan sebagai perilaku memalukan di era keterbukaan ini,” kata Atal.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X