Renungan Kristen untuk Rabu 4 Mei 2022: Mengasihi Musuh

- Selasa, 3 Mei 2022 | 22:42 WIB
Renungan Kristen untuk Rabu, 4 Mei 2022, ialah mengasihi musuh, diambil dari kisah alkitab 1 Samuel 2329-2422. (Pixabay/congerdesign)
Renungan Kristen untuk Rabu, 4 Mei 2022, ialah mengasihi musuh, diambil dari kisah alkitab 1 Samuel 2329-2422. (Pixabay/congerdesign)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Renungan Kristen untuk Rabu, 4 Mei 2022, ialah mengasihi musuh.

Renungan harian Kristen kita hari ini diambil dari kisah alkitab 1 Samuel 23:29-24:22.

Alkitab mengisahkan bahwa Daud membiarkan Saul yang diurapi menjadi Raja Israel kini berdosa, dibiarkan hidup olehnya.

Di dalam kehidupan kita dengan membangun relasi antar sesama, tidak jarang ada saja orang-orang yang seharusnya berdekatan tetapi terkadang justru harus bermusuhan.

Sesama bersaudara, ada kakak bermusuhan dengan adiknya, menantu tidak akur dengan mertua, atau ketidakcocokan dengan kerabat di dalam satu  keluarga besar.

Hari ini pun jika kita membaca dalam kisah alkitab hari ini yang mengisahkan tentang ketidak akuran, bahkan permusuhan yang terjadi antara Saul dan Daud.

Baca Juga: Hingga Malam, Nagreg Padat oleh Pemudik

Raja Saul yang dipicu oleh iri hati berniat untuk membunuh Daud, Namun apa yang di lakukan Daud?

Daud justru malah tidak membalas kebencian dan kedengkian Saul dengan hal yang sama. Namun, Dia meresponnya dengan berbuat kasih.

Marah dan kedengkian, iri hati dan kebencian yang tak terkendali membuat Saul tega memburu dan ingin membunuh Daud seperti seorang yang memburu musuh abadinya.

Semua itu berawal dari sebuah persoalan yang kecil, ketika Saul mendengar nyanyian yang berisi pujian terhadap kehebatan Daud yang dianggap lebih hebat dari Saul.

Namun hebatnya adalah, ketika ada kesempatan membalas perbuatan Saul itu, Daud tak memanfaatkannya untuk membalaskan dendamnya terhadap Saul.

Daud hanya berani memotong punca jubah Saul. Itu pun sudah membuatnya berdebar-debar dan takut.

Baca Juga: Prediksi Villarreal vs Liverpool, 5 Fakta Ini Wajib Diperhatikan

Perbuatannya tersebut membuat Saul herankan dengan Daud, sehingga akhirnya ia menyadari kesalahan yang timbul dari kejahatan hatinya.

Perbuatan kasih dan kebaikan Daud tak hanya membuat hati Saul tersentuh, namun ia kembali mendoakan kebaikan untuk Daud.

Di Dalam membangun kehidupan bersama dengan sesama, terutama mereka yang menimbulkan ketidaknyamanan bagi kita, jangan membiarkan hati dan juga  diri kita dikendalikan oleh sikap jahat yang mereka lakukan dan tunjukan.

Lalu bagaimana dengan kkita yang saat ini hidup di dunia yang penuh kebencian, perjalanan, peperangan, lingkungan yang tidak nyaman, dan keegoisan orang-orang di sekitar kita?

Apakah kita mampu untuk menghadapinya dengan menunjukkan perilaku untuk memaafkan mereka?

Selagi kita hidup di dalam Iman akan Yesus maka, sejauh itulah kita juga harus tetap mempertahankan perbuatan kasih dan penuh maaf.

Baca Juga: UEFA Bikin Nasib Sepak Bola Rusia Makin Sengsara

Mampukah kita seperti Daud yang takut akan Allah dan melakukan kasih dan kebaikan yang nyata?

Demikian renungan Kristen untuk Rabu 4 Mei 2022, mengasihi musuh. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X