Angka Stunting di Jabar Tinggi, BKKBN Sebut Banyak Masyarakat Desa Pilih Jual Sayur untuk Beli Mie Instan

- Selasa, 26 April 2022 | 12:35 WIB
[Ilustrasi anak yang menderita stunting] Angka Stunting di Jabar Tinggi, BKKBN Sebut Banyak Masyarakat Desa Pilih Jual Sayur untuk Beli Mie Instan (Pixabay/StockSnap )
[Ilustrasi anak yang menderita stunting] Angka Stunting di Jabar Tinggi, BKKBN Sebut Banyak Masyarakat Desa Pilih Jual Sayur untuk Beli Mie Instan (Pixabay/StockSnap )

Jawa Barat dikenal sebagai lumbung pangan. Namun penyebab angka stunting di Jawa Barat tinggi, lantaran banyak warga yang menjual sayuran hasil taninya dan memilih mengonsumsi makanan instan.

PASTEUR, AYOBANDUNG.COM -- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat terus mengdukasi masyarakat terkait pola hidup sehat demi mencegah terjadinya stunting baru. Upaya ini dilakukan demi merealisasikan target Jawa Barat untuk zero new stunting di 2023.

"Zeori new stunting itu bukan tidak ada stunting, tapi tidak ada stunting baru. PR kita, stunting yang sekarang ada kita dampingi, tapi kalau bisa jangan sampai muncul stunting baru," ujar Kepala Perwakilan BKKBN Jabar, Wahidin Senin (25/4/2022) malam.

Berdasarkan data angka stunting Jawa Barat yang dimiliki BKKBN Jawa Barat, tingkat prevalensi stunting Jawa Barat sedianya mengalami penurunan signifikan. Pada 2018 prevalensi stunting Jawa Barat di angka 31,5 persen, kini berada di angka 24,5 persen atau setara nasional, yakni 24,4 persen. Namun angka prevalensi stunting Jawa Barat masih tergolong besar. Penyebabnya jumlah penduduk di Jawa Barat yang banyak.

Baca Juga: Oppo Reno 7 dan Harganya, Cek 8 HP Oppo Terbaru Kelas 5G Murah Mulai 2 Jutaan

"Karena penduduk Jawa Barat paling banyak, secara absolut angka stuntingnya paling besar. Kalau angka persentase Jawa Barat sebenarnya sudah rendah 24,5 persen. Tapi secara absolut menjadi terbesar karena secara nasional itu diperkirakan yang stunting itu ada 5,3 juta, nah sekitar 20 persennya ada di Jawa Barat karena penduduk jawa barat itu kan hampir 20 persen, jadi di Jawa Barat 1 juta lebih sedkit yang diduga stunting dari secara nasional," ucapnya.

Wahidin menjelaskan, disparitas angka stunting Jawa Barat antar kabupaten/kota juga masih lebar. Saat ini, ada daerah dengan prevalensi tertinggi, yakni 35 persen dan terendah 12 persen.

"Kalau secara daerah disparitasnya itu cukup tinggi, yang tertinggi itu 35 persen, ada yang 12 persen. Ada dua lokasi yang sudah di bawah standar nasional. presiden itu menargetkan di 2024 itu 14 persen," tuturnya.

Baca Juga: Daftar 8 Harga HP Realme Terbaru 2022, RAM Besar Murah Mulai 1 Jutaan

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

3 Jemaah Haji Asal Jabar Meninggal Dunia

Kamis, 30 Juni 2022 | 13:59 WIB
X