DPRD Cianjur Anggap BUMD Sugih Mukti Sudah Keluar Jalur

- Jumat, 25 Maret 2022 | 19:57 WIB
DPRD Kabupaten Cianjur menganggap BUMD Sugih Mukti tidak memberikan solusi bagi masyarakat, karena mirip tengkulak saja. (Ayobandung.com/Muhammad Ikhsan)
DPRD Kabupaten Cianjur menganggap BUMD Sugih Mukti tidak memberikan solusi bagi masyarakat, karena mirip tengkulak saja. (Ayobandung.com/Muhammad Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM — DPRD Kabupaten Cianjur menganggap BUMD Sugih Mukti tidak memberikan solusi bagi masyarakat, karena mirip tengkulak saja.

Hal itu terungkap dalan rapat kerja Komisioner BUMD Sugih Mukti dengan Komisi D DPRD Cianjur, pada Jumat, 25 Maret 2022.

“Kalau hasil rapat kerja dengan BUMD Sugih Mukti, mereka itu terkesan tidak lebih seperti tengkulak saja,” ujar Anggota Komisi D DPRD Cianjur, Diki, pada Ayobandung.com.

Mereka hanya menampung hasil pertanian, lalau dijual ke sejumlah pasar tradisional maupun mini market, harganya pun sama saja dengan pedagang lainnya.

Seingat Diki, yang juga memimpin rapat tersebut, pada awal pembentukan BUMD Sugih Mukti sesuai yang dikatakan Bupati Cianjur H Herman Suherman, yakni agar para pedagang di pasar tradisional tidak membeli ke Pasar Caringin Kota Bandung.

Baca Juga: Ribuan Guru Belum Terima SK Inpassing, Kemenag KBB: Itu Kewenangan Pusat

“Memotong jalur penjualan hasil pertanian ini akan menekan harga jual karena tidak perlu biaya transportasi ke Bandung, lalu balik lagi ke Cianjur,” katanya.

Kenyataannya, harga beberapa komoditi hasil pertanian dan sembako tetap saja mahal. Contohnya sewaktu cabai rawit harganya mencapai Rp100 ribu per kilogram, BUMD Sugih Mukti dianggap tidak ada perannya.

Baca Juga: Jadwal Liga 1 Terakhir Sudah Keluar, Calon Degradasi Digelar Serempak

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ada Kades di Cianjur Dituntut Mundur Warganya

Senin, 8 Agustus 2022 | 20:38 WIB
X