Penghapusan Tes PCR dan Antigen, Ini Komentar Kantor Staf Presiden

- Selasa, 8 Maret 2022 | 17:48 WIB
Ilustrasi -- Penghapusan Tes PCR dan Antigen, Ini Komentar Kantor Staf Presiden. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Ilustrasi -- Penghapusan Tes PCR dan Antigen, Ini Komentar Kantor Staf Presiden. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah membantah anggapan kebijakan penghapusan tes PCR dan antigen bagi pelaku perjalanan domestik dilakukan untuk menyegerakan penetapan status pandemi Covid-19 menjadi endemi. Relaksasi pemeriksaan atau testing ini diberlakukan karena situasi pandemi saat ini makin terkendali.

"Data kasus, keterisian RS, dan angka reproduksi efektif Covid-19, semua menunjukan pandemi semakin berhasil terkendali dengan baik. Ini menjadi landasan mengapa level PPKM di beberapa daerah diturunkan dan termasuk relaksasi testing untuk pelaku perjalanan," kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Abraham Wirotomo, dikutip dari siaran pers KSP, Selasa (8/3/2022).

Abraham juga menepis pendapat bahwa penghapusan tes PCR dan antigen untuk pelaku perjalanan domestik menunjukkan pemerintah longgar soal testing Covid-19. Menurut dia, pemerintah saat ini justru semakin spesifik dalam melakukan testing Covid-19, yakni dengan menggunakan pendekatan surveilans aktif, baik secara aktif melakukan penemuan kasus atau Active Case Finding (ACF) maupun testing epidemiologi.

Baca Juga: PENGUMUMAN HASIL SELEKSI KARTU PRAKERJA GELOMBANG 23, Cek Nama Anda di Sini

"Sederhananya surveilans aktif itu, dari pemerintah yang aktif ngejar target dengan menyasar area-area tertentu. Seperti ACF di sekolah, secara acak tes akan dilakukan pada siswa dan guru untuk deteksi dini apakah ada klaster atau tidak. Lalu yang namanya testing kontak erat juga masih diteruskan," kata Abraham.

Selain itu, menurut dia, pemerintah juga menilai bahwa varian omicron ini memiliki dampak lebih ringan dibandingkan delta. "Untuk itu angka keterisian RS dan kematian menjadi lebih diperhatikan dibanding angka kasus," sambungnya.

Baca Juga: Daftar 19 HP Samsung 5G Murah RAM Besar Mulai 3 Jutaan di Maret 2022

Ia juga mengingatkan, kebijakan penghapusan tes antigen dan PCR untuk pelaku perjalanan domestik hanya diberlakukan bagi yang sudah divaksinasi dua dosis atau lengkap. Karena itu, ia mengajak masyarakat agar segera mendapatkan vaksinasi dosis lengkap.

"Jadi masyarakat yang sudah tidak mau testing-testing lagi kalau mau terbang, ya segera lengkapi vaksinnya," kata Abraham dinuil Republika.co.id.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Duh! Ferdy Sambo Tak Jadi Kasih Rp 1 M ke Bharada E?

Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:40 WIB
X