Putin Deklarasikan Operasi Militer di Ukraina, Ledakan Terjadi Kiev

- Kamis, 24 Februari 2022 | 15:42 WIB
Presiden Rusia, Vladimir Putin mendeklarasikan dimulainya operasi militer di Ukraina, untuk demiliterisasi dan denazifikasi. (Instagram/ukraine_defence)
Presiden Rusia, Vladimir Putin mendeklarasikan dimulainya operasi militer di Ukraina, untuk demiliterisasi dan denazifikasi. (Instagram/ukraine_defence)
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Presiden Rusia, Vladimir Putin mendeklarasikan dimulainya operasi militer di Ukraina.
 
Putin mengatakan operasi militer di Ukraina bertujuan untuk demiliterisasi dan denazifikasi.
 
"Untuk ini kami akan bertujuan untuk demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina, serta membawa ke pengadilan mereka yang melakukan berbagai kejahatan berdarah terhadap warga sipil, termasuk warga negara Federasi Rusia. Rencana kami tidak termasuk menduduki wilayah Ukraina," ucap Putin dilansir New York Times 24 Februari 2022.
 
Tindak operasi militer di wilayah Ukraina dilakukan atas permohonan bantuan dari para pemimpin Donetsk People’s Republics (DPR) dan Lugansk People’s Republics (LPR).
 
"Saya telah mengambil keputusan untuk melakukan operasi militer khusus," ucap Putin.
 
 
Putin secara tegas memerintahkan tentara Ukraina yang berada di zona perang untuk meletakkan senjata mereka dan meninggalkan lokasi.
 
Selain itu, Putin juga memperingatan kepada negara lain seperti Amerika Serikat yang mendukung Ukraina.
 
Selang beberapa menit setelah pengumuman itu, sebuah ledakan yang diikuti suara sirine darurat militer terdengar di seluruh penjuru Ibu Kota Ukraina, Kiev.
 
Dua ledakan terjadi pagi tadi di Kramatorsk, wilayah Donbas Timur yang banyak ditinggali anggota pers asing.
 
 
Ledakan juga dilaporkan terjadi di Kota Kharkiv, Mariupol, Mykolaiv dan Odessa.
 
Menurut pemerintah Ukraina, ledakan tersebut berasal dari serangan misil udara yang menghantam beberapa wilayah.
 
Sampai berita ini ditulis, belum ada laporan korban jiwa atas ledakan yang telah terjadi.
 
 
Pernyataan terkait pergerakan militer Rusia di daerah yang dikuasai LPR dan DPR juga belum diumumkan.
 
Sampai saat ini, warga Ukraina di Kiev masih berlindung di bunker yang dibuat oleh otoritas Ukraina. Mereka menghindar dari operasi militer yang dideklarasikan Putin. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X