Rumah Amal Salman Ajak Mahasiswa ITB Ciptakan Teknologi untuk Industri Rumahan

- Selasa, 22 Februari 2022 | 14:16 WIB
Rumah Amal Salman bersama mahasiswa teknik mesin FTMD ITB melakukan kunjungan ke salah satu industri rumahan di Kampung Tarikolot, Bogor. (dok. Rumah Amal Salman)
Rumah Amal Salman bersama mahasiswa teknik mesin FTMD ITB melakukan kunjungan ke salah satu industri rumahan di Kampung Tarikolot, Bogor. (dok. Rumah Amal Salman)

AYOBANDUNG.COM – Saat ini, industri rumahan menjadi salah satu jenis usaha mikro yang digeluti oleh banyak kalangan. Selain modal yang terjangkau, industri rumahan juga dapat menghasilkan keuntungan yang cukup besar.

Namun untuk menunjang keuntungan tersebut tentu diperlukan suatu metode yang dapat diimplementasikan agar produktivitas suatu industri menjadi efektif juga efisien.

Pada akhir pekan lalu, Rumah Amal Salman bersama mahasiswa teknik mesin FTMD ITB melakukan kunjungan ke salah satu industri rumahan di Kampung Tarikolot, Bogor.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa yang tergabung dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melakukan sosialisasi sekaligus mengimplementasikan penggunaan teknologi produksi tapioka kepada pelaku industri.

Ada 3 produk teknologi yang disosialisasikan, di antaranya mesin perajang endapan sagu tapioka, mini screenhouse portable berbasis arduino, dan instalasi pengolahan ilmbah (IPAL) portable.

Salah satu pemilik industri rumahan, Gito menyampaikan testimoninya terkait sagu tapioka yang dikeringkan menggunakan mini screenhouse lebih cepat kering dan kualitasnya juga maksimal.

Ia menjelaskan, meski alat pengering terbilang sederhana, teknologi seperti ini memang sangat dibutuhkan oleh para pelaku industri rumahan. Terlebih ketika memasuki musim penghujan, langit seringkali mendung dan tidak ada terik matahari, menjadikan penjemuran tapioka menghabiskan waktu hampir seharian. Tentunya metode pengeringan manual akan berdampak pada produktivitas yang kurang.

Di sisi lain, Rumah Amal Salman sebagai lembaga zakat yang juga memiliki konsentrasi pada program pengembangan teknologi menjadi penghubung antara kaum akademisi dengan desa. Rumah Amal mendampingi mahasiswa dalam pembuatan teknologi, sekaligus menjadi pemodal awal dalam pembuatan produk teknologi untuk industri rumahan di desa.

“Sudah saatnya mahasiswa mempertajam empati dan menerapkan keilmuannya untuk menyelesaikan masalah yang dialami oleh masyarakat, terutama industri rumahan di desa,” kata Abdul Aziz, Selasa, 22 Februari 2022.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

X