Viral Haji Metaverse Apa Sesuai Syarat Ibadah Haji? Ini Pandangan MUI

- Rabu, 9 Februari 2022 | 16:33 WIB
Haji Metaverse menjadi perbincangan warganet di media sosial. Apa sesuai syarat ibadah haji? ini pandangan MUI (Twitter)
Haji Metaverse menjadi perbincangan warganet di media sosial. Apa sesuai syarat ibadah haji? ini pandangan MUI (Twitter)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Haji Metaverse viral dan menjadi perbincangan warganet di media sosial. Perbincangan tersebut datang setelah pemerintah Arab Saudi mengumumkan inisiatif realitas virtual (VR) yang memungkinkan umat Islam dapat menyentuh Hajar Aswad tanpa meninggalkan rumah.

Teknologi itu disebut “Virtual Black Stone Initiative” yang merupakan teknologi VR baru dan membawa situs suci umat Islam ke ruang keluarga Muslim saat pandemi Covid-19. Sayangnya, langkah ini ditentang oleh banyak orang karena dinilai melakukan ibadah melalui teknologi metaverse tidak sah. Lantas apa yang dimaksud Haji Metaverse?

Sebelum membahas Haji Metaverse, dikutip USA Today, Rabu (9/2), Metaverse adalah kombinasi dari beberapa elemen teknologi termasuk VR, Augmented Reality (AR), dan video di mana pengguna dapat berinteraksi dalam dunia digital. Pengguna Metaverse dapat bekerja, bermain, dan tetap terhubung mulai dari konser dan konferensi hingga perjalanan virtual keliling dunia.

Baca Juga: HP Samsung Harga 1 Jutaan RAM 4GB, Ini Spesifikasi HP Samsung Terbaru Samsung Galaxy A03

Imam Masjidil Haram Sheikh Abdul Rahman Al-Sudais merupakan orang pertama yang mencoba teknologi itu. Pada Desember lalu, dia memakai kacamata VR di acara peresmian. “Arab Saudi memiliki situs keagamaan dan sejarah besar yang harus digitalisasi dan dikomunikasikan kepada semua orang melalui sarana teknologi baru,” kata Sudais pada Desember lalu, dikutip Middle East Eye.

Namun, inisiatif tersebut membawa banyak perdebatan. Misal, Kepresidenan Urusan Agama Turki atau Diyanet mengatakan umat Islam dapat mengunjungi Ka’bah di Metaverse tetapi kegiatan itu tidak terhitung sebagai ibadah.

“Ibadah haji harus dilakukan dengan pergi ke kota suci dalam kehiduapan nyata. Adapun versi Metaverse Ka’bah menjadi kontroversial di kalangan Muslim di seluruh dunia setelah acara ‘Virtual Black Stone Initiative’ Arab Saudi pada Desember,” kata Direktur Departemen Layanan Haji dan Umroh Diyanet Remzi Bircan.

Baca Juga: Realme 9 Pro Rilis 16 Februari, Berapa Harga HP Realme Ini?

Bagaimana sikap MUI?

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X