Bacaan dan Renungan Katolik Sabtu 29 Januari 2022 Lengkap dengan Doa

- Kamis, 27 Januari 2022 | 12:59 WIB
Berikut bacaan dan renungan katolik Sabtu 29 Januari 2022 lengkap dengan doanya.
Berikut bacaan dan renungan katolik Sabtu 29 Januari 2022 lengkap dengan doanya.

LENGKONG, AYOBANDUNG .COM -- Berikut bacaan dan renungan katolik Sabtu 29 Januari 2022 lengkap dengan doanya.

Bacaan pertama: 2 Samuel 12:1-7a.10-17: Daud mengaku telah berbuat dosa kepada Tuhan.
 
Pada waktu itu Daud melakukan yang jahat di hadapan Allah: ia mengambil istri Uria menjadi isterinya; maka Tuhan mengutus Natan kepada Daud. 
 
 
Natan datang kepada Daud dan berkata kepadanya, “Ada dua orang dalam suatu kota : yang seorang kaya, yang lain miskin. 
 
Si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi; si miskin tidak mempunyai apa-apa, selain seekor anak domba betina yang masih kecil, yang dibeli dan dipeliharanya. 
 
Anak domba itu menjadi besar bersama dengan anak-anak si miskin, makan dari suapannya,minum dari cawannya, dan tidur dipangkuannya, seperti seorang anak perempuan baginya. 
 
Pada suatu hari orang kaya itu mendapat tamu; ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing domba atau lembunya untuk dimasak bagi pengembara yang datang kepadanya itu. 
 
Maka ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu. 
 
Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan, “Demi Tuhan yang hidup: orang yang melakukan itu harus dihukum mati. 
 
Anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena orang yang melakukan hal itu tidak kenal belas kasihan.” 
 
Kemudian berkatalah Natan kepada Daud, “Engkaulah orang itu!Beginilah sabda Tuhan, Allah Israel: Pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu. 
 
 
Beginilah sabda Tuhan: "Malapetaka yang datang dari kaum keluargamu sendiri akan kutimpakan atasmu. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depam matamu dan memberikannya kepada orang lain; dan orang itu akan tidur dengan isterimu di siang hari. 
 
Engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan," 
 
Lalu berkatalah Daud kepada Natan, “ Aku sudah berdosa kepada Tuhan.” Dan Natan berkata kepada Daud, “Tuhan telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.
 
Walaupun demikian, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati, karena dengan perbuatan itu engkau sangat menista  Tuhan.” 
 
Kemudian pergilah Natan, pulang ke rumahnya. Tuhan mencelakakan anak yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud, sehingga sakit. 
 
Lalu Daud memohon kepada Allah bagi anak itu; ia berpuasa dengan tekun, dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman ia berbaring di tanah. 
 
Maka datanglah para tua-tua yang ada di rumahnya untuk meminta ia bangun dari lantai, tetapi Daud tidak mau; juga tidak akan makan bersama-sama dengan mereka.
 
Mazmur tanggapan: Mzm 51:12-13.14-15.16-17
 
Ref. Ciptakan hati murni dalam diriku, Ya Allah.
 
Ciptakanlah hati yang murnu dalam diriku, Ya Allah, dan baruhilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu dan janganlah mengabil ruh-Mu yang kudus dari padaku.
 
Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu dan teguhkanlah roh yng rela dalam diriku.
Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang durhaka, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
 
Lepaskanlah aku dari hutang darah, Ya Allah, Allah penyelamatku, maka lidahku akan memasyhurkan keadilan-Mu! Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu.
 
Bait Pengantar Injil: Yohanes 13:16
 
Ref. Alleluya
 
Demikianlah besar kasih Allah kepada dunia, sehingga ia menyerahkan Anak-Nya yang tunggal. Setiap orang yang percaya kepada-Nya memiliki hidup yang abadi.
 
Bacaan injil: Markus  4:35-41: Angin dan danau pun taat kepada Yesus
 
Pada suatu hari, ketika hari sudah petang, Yesus berkata kepada murid-muridnya, “Marilah kita bertolak ke seberang.” 
 
 
Mereka meninggalkan orang banyak yang ada di sana lalu bertolak, dan membawa Yesus dalam perahu itu dimana Ia telah duduk; dan perahu lain pun menyertai Dia.
 
Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat, dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. 
 
Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. 
 
Maka murid-murid membangunkan Yesus dan berkata kepada-Nya , “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” 
 
Yesus pun bangun, manghardik angin itu dan berkata kepada danau, "Diam! Tenanglah!” 
 
Lalu angin itu reda dan danau pun menjadi teduh sekali. 
 
Lalu Yesus berkata kepada muri-muridnya, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” 
 
Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain, “Siapakah gerangan orang ini? Agin dan danau pun taat kepada-Nya?”
 
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
 
 
Renungan Katolik Sabtu 29 Januari 2022
 
Bacaan suci hari ini memperdengarkan kepada kita bagaimana Allah marah terhadap kelakuan Daud.
 
Daud yang membuat Allah marah lantaran dirinya yang merebut istri prajuritnya.
 
Ia mengambil istri Uria dan menghamilinya.
 
Perbuatan najisnya itu tidak disukai oleh Allah dan Allah kemudian mengutus Nabi Natan untuk menegur Daud hambaNya itu.
 
Natan pun pergi untuk menegur Daud.
 
Sesampainya di sana Natan membuat perumpamaan di hadapan raja orang Isarel pengganti raja Saul itu.
 
Perumpamaan yang menggambarkan dirinya yang melakukan yang jahat di hadapan Allah.
 
Namun hal itu justru tidak dimengerti oleh Daud, bahwa yang dimaksudkan Nabi Natan adalah dirinya.
 
Daud dengan angkuhnya mengatakan bahwa orang yang didalam perumpamaan Natan harus dihukum mati.
 
Namun Natan berkata Engkaulah orang itu!
 
Daud kini jatuh kedalam dosa lantaran hawa nafsu dari dalam hatinya yang menginginkan istri Uria yang sangat cantik di matanya.
 
Allah menimpahkan hukuman kepada keturunan Daud.
 
Apa pesan dari bacaan tersebut bagi kita saat ini?
 
Banyak hal yang membuat kita jatuh kedalam dosa.
 
Hampir setiap saat kita menghadapi berbagai godaan dari setan.
 
 
Kerikatan hawa nafsu terhadap dunia, kecantikan, kegantengan, kekayaan harta benda, uang, dan banyak kenikmatan yang membuat kita buta hati, buta mata untuk Allah.
 
Allah  tidak menyukai manusia yang lebih mencintai duniawi dan pergi meninggalkan Allah dan jalanNya serta kebenaraanNya.
 
Allah menghendaki kita untuk tunduk kepadaNya saja dan memapukan hati kita untuk takluk pada hawa nafsu dan melawannya agar kita tidak jatuh kedalam dosa dan Allah akan melimpahkan kemurkaanNya dan akan menghukum keturunan kita.
 
Maka berbuatlah semstinya saja, tanpa tidak menginginkan milik sesama untuk menjadi milik kita.
 
Seketika Daud pun meratapi perbuatannya setelah ditegur Allah melalui hambaNya Natan.
 
Ia tidur ditanah dan berpuasa, sebab ia sadar akan perbuatannya itu sangat tidak disukai oleh Allah dan jahat dimataNya.
 
Pelajaran berharga pun juga kita dapat dari Daud, yaitu bagaimana Daud menyesali perbuatanNya dan meratapi dirinya yang sudah berbuat salah di Mata Allah.
 
Kita pun bisa mengambil hal positif darinya bahwa berpuasa dan meratapi adalah hal terbaik daripada menjauh dari Allah.
 
 
Lebih baik mohon ampun dan belas kasih Allah daripada menjauh dan membiarkan diri untuk terus menjauh dariNya.
 
Sebab dengan ketulusan dan dari hati yang dalam, jika kita bertobat dan memohon ampun secara sadar kita akan memperoleh belas kasih Allah dengan pengampunanNya.
 
Sementara itu dalam bacaan injil hari ini memperdengarkan bagaimana Yesus menghardik angin taufan yang mengacaukan perjalanan mereka di Danau itu.
 
Injil hari ini mengajarkan kepada kita bahwa Kuasa Anak Manusia, akan membuat angin dan danau itu tunduk padaNya.
 
Selain itu, kita juga mengambil makna bacaan hari ini, yaitu bagaimana kita menaruh harapan dan iman kepada Yesus, seperti yang dilakukan oleh para muridNya.
 
Memang dari para murid, Yesus menegur mereka, kenapa mereka tidak percaya, sebab jika percaya mereka pun bisa menghardik angin tersebut.
 
Namun mereka berteriak dan meminta Yesus untuk menolong mereka yang sudah diambang tenggelam, karena air sudah masuk kedalam perahu itu.
 
Harapan para murid adalah Yesus bisa menghentikan angin itu. Maka merwka berteriak meminta Yesua bangun sebab saat itu Dia tertidur.
 
 
Apa pesannya bagi kita?
 
Jelas bahwa Kita pinta pada Yeaua untuk menolong kita, dan Yesua tidak pernah tidur akan hal itu, asalkan kita pinta dan penuh harap Dia akan menolong.
 
Jelas bahwa Yesus tidak menutup telinga untuk menolong kita yang tengah berteriak kepadaNya dan merintih.
 
Apa yang Yesus harapkan dari kita?
 
Yesus mau agar kita tetap percaya dan twrus berharap kepadaNya saja.
 
Kita sering mengalami berbagai pergulatan hidup, persoalan, sakit, penderitaan, kelaparan, dan masih banyak hal lagi.
 
Saat-saat itu kita memohon kepadaNya untuk menolong dan mengeluarkan kita dari pergulatan persoalan itu.
 
Doa Renungan
 
Allah Bapa di dalam Kerajaan Surga, pujian dan syukur kami panjatkan kepadaMu atas segala berkat dan FirmanMu kepada kami anak-anakMu.
 
Kami mohon tegurlah kami jika berbuat salah dan jahat di MataMu dan tuntunlah kami agar senantiasa menaruh harap penuh kepada PuteraMu Tuhan Kami Yesus Kristus.
 
Ini doa dan harap kami, kami sampaikan kepadaMu dengan perantaraan PutraMu terkasih Tuhan Kami Yesus Kristus, Amin.
 
 
Demikian bacaan dan renungan Sabtu 29 Januari 2022 lengkap dengan doanya.
 
Semoga segala aktivitas kita hari ini dijaga dan dilindungi oleh Allah yang Maha Kuasa. Semoga.

 

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengenal Pengertian dan Sifat-Sifat Magnet

Jumat, 20 Mei 2022 | 09:17 WIB

Benarkah Asmaul Husna Allah SWT Berjumlah 99?

Rabu, 18 Mei 2022 | 10:40 WIB
X