Bacaan dan Renungan Katolik Rabu 26 Januari 2022 Lengkap dengan Doa

- Selasa, 25 Januari 2022 | 08:42 WIB
Berikut bacaan dan renungan katolik Rabu 26 Januari 2022 lengkap dengan doa (Pixabay)
Berikut bacaan dan renungan katolik Rabu 26 Januari 2022 lengkap dengan doa (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Berikut bacaan dan renungan katolik Rabu 26 Januari 2022 lengkap dengan doa

Bacaan Pertama: 2 Timotius 1:1-8: Aku Teringat akan Imanmu yang Tulus Ikhlas

Mazmur Tanggapan: Mazmur: 96:1-2a.2b-3.7-8.9-10a.c

Bacaan Injil: Markus 4:1-20: Seorang Penabur Keluar untuk Menabur

Baca Juga: 8 HP Realme Terbaru Spek 5G Murah RAM 8 GB 2 Jutaan, Ini Daftarnya

Renungan Katolik Rabu 26 Januari 2022

Bacaan suci hari ini mengisahkan tentang bagaimana Paulus meminta kita untu jangan takut untuk menderita bagi Injil Tuhan dan jangan malu oleh karena dia Paulus yang merupakan seorang penjahat yang dipilih dan dipakai Yesus untuk mewartakan InjilNya.

Kita ketahui bahwa Paulus adalah seorang penjahat yang membasmi dengan menghukum semua pengikut ajaran Yesus.

Namun Yesus memanggil dan memakainya untuk menjadi rasul dan pewartaNya.

Paulus pun juga meminta kita untuk sepertinya agar tidak takut untuk menjadi pemberita Injil kepada seluruh Dunia.

Sebab Allah tetap bersama kita dan mengaruniakan kepada kia Roh Keberanian bukan ketakutan, Allah mengaruniakan kepada kita dan membangkkitkan kekuatan kasih dan ketertiban.

Sementara itu dalam bacaan injil hari ini Yesus mempertegas tentang iman manusia akan sabda dan firman serta tentang Kerajaan Allah.

Baca Juga: 19 Rekomendasi HP Oppo Terbaru Kelas HP 5G Murah RAM 8 GB 2 Jutaan

Ketika Yesus berada di Danau Galilea banyak orang yang datang dan mengerumuni Dia untuk mendengarkan bagaimana Yesus mengajar mereka hari itu.

Yesus yang dengan senang hati bangkit keatas perahu yang sedang berlabuh dan lalu mengajar mereka semua.

Pengajaran Yesus menarik sekali bagi kita yang mendengarkannya.

Yesus mengajar mereka dengan menggunakan perumpamaan.

Seorang Penabur Keluar untuk Menabur, adalah perumpamaan iman manusia akan Injil yang diwartakan oleh Yesus tentang kebenaran yang sejati.

Ada tiga hal tipe manusia dalam menanggapi dan merespon injil dan sabda Yesus tentang kebenaran itu, yakni tempat pinggir jalan, tanah bebatuan dan tanah yang baik.

Sebab Penabur itu keluar untuk menabur dan membawa benih. Sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, sebagian jatuh di tanah bebatuan, dan sebagiannya lagi jatuh di tanah yang baik.

Baca Juga: Redmi Note 11 Pro 4G Siap Rilis, Ini Bocoran HP Xiaomi Terbaru

Benih adalah sabda dan kebenaran kerajaan Allah. Penaburnya adalah Yesus yang akan menabur sabda itu.

Kita ketahui bahwa benih akan tumbuh jika berada di tanah yang baik yaitu subur, dan jika dirawat, dijaga agar jauh dari hama dan penyakit, benih itu pasti akan tumbuh dengan subur dan akan berbuah.

Buahnya itu kita akan nikmati dengan senang hati bila tiba saatnya buah itu matang.

Begitupun yang diumpamakan oleh Yesus tentang benih yang sebenarnya adalah  sabda dan firman nya tentang kebenaran hidup dan Kerajaan Allah yang sesungguhnya.

Namun sayang benih-benih itu jatuh pada tiga tempat dan masing-masing memiliki situasi dan kondisi yang mempengaruhi tumbuh buahnya benih tersebut.

Benih yang jatuh di Pinggir jalan dirampas oleh burung yang lewat.

Baca Juga: Kapan Jadwal PPPK Tahap 3 2022 Dibuka? Ini Pengumuman Resmi Kemendikbud

Benih itu tidak jadi tumbuh dan mati didalam perut burung.

Burung disini Yesus maksudkan adalah iblis yang merenggut sabda Yesus dari manusia agar manusia itu jatuh dan tetap tunduk kepada sang iblis.

Iblis senangnya menggoda manusia agar lari dari jalan kebenaran Tuhan dan agar ada yang bisa mengikutinya ke dalam neraka jahanam.

Sementara itu benih yang jatuh di tanah bebatuan, adalah situasi manusia yang memperoleh sabda itu dengan senang dan gembira.

Namun itu hanya sebentar saja, sebab karena kondisi tanah bebatuan yang memiliki tanah yang tipis, bagaimana mungkin benih itu tumbuh dan berkembang.

Mereka menerima sabda, namun layu dan mati ketika ketakutan, kecemasan, kebimbangan, penindasan, dan hal-hal yang mengguncang iman mereka lalu akhirnya mati dan tidak tumbuh lagi.

Mereka tetap menerimanya dengan sukacita namun ketamakan hati dan ketakutan yang melebihi iman dan kepercayaan mereka akhirnya sabda itu mati dan tidak berbuah seperti benih yang tumbuh dan akhirnya berbuah.

Akhirnya mereka menikmati kesengsaraan, kefanaan, dan kesenjangan.

Sementara itu, benih yang jatuh pada tanah yang baik dan subur itu, adalah benih yang diterima oleh orang yang menyambut sabda dengan senang hati, dan melakukan apa yang menjadi isi perintah dari sabda tentang kebenaran itu.

Mereka mengamalkannya dan melakukan semua kehendak Tuhan.

Baca Juga: Bacaan dan Renungan Katolik Selasa, 25 Januari 2022 Lengkap dengan Doanya

Tidak sia-sialah Penabur itu menaburnya untuk mereka.

Mereka akan menerima sukacita yang besar sebab bila tiba waktunya mereka akan memetik buah daripada menjalankan sabda itu dengan bersukacita bersama Allah dalam Kerajaan Surga.

Buah yang mereka santap adalah sukacita bersama Allah dalam kemuliaanNya yang besar.

Semua itu sampai di sana, oleh karena mereka telah selamat oleh karena Penabur yang memberikan mereka benih dan mereka menerima, merawat dan memeliharanya dengan baik.

Itulah perumpamaan Yesus tentang Penabur yang keluar untuk menabur benih.

Yesus keluar dari kemuliaan dan keagungan Nya dan pergi membawa kabar sukacita tentang Kerajaan Allah dan keselamatan manusia.

Dia pergi dan menyatu dengan manusia yang dipenuhi dengan kefanaan dan ketamakan serta kerakusan.

Melalui perumpamaan ini, Yesus mengajarkan tentang kondisi iman manusia yang lemah, labil dan yang kuat.

Baca Juga: Jadwal BRI Liga 1 26, 28, 29 Januari 2022 Lengkap dengan Klasemen dan Top Skor Sementara

Siapa yang bertahan dia akan memperoleh kemenangan.

Siapa yang bertahan dalam kebenaran dan pewartaanNya tentang keselamatan yang dijanjikan oleh Allah akan menang dengan memperoleh keselamatan itu.

Semoga kita bisa menjadi orang yang seperti tanah yang baik yang bisa menerima sabda Yesus tentang kebenaran, merawatnya dan memelihara serta melakukan perintahNya.

Doa Renungan

Allah Bapa di dalam Kerajaan Surga, terima kasih banyak atas firmanMu hari ini untuk kami.

Banyak hal yang kami dapat dipelajari dari FirmanMu yang telah diperdengarkan kepada kami hari ini.

Kami mohon ya Bapa kuatkanlah dan teguhkanlah hati dan iman kami agar bisa mewartakan kebenaran injil bagi sesama kami dimanapun kami berada.

Kuatkanlah juga iman dan harapan kami agar kami tidak jatuh kedalam pencobaan dan bisa selalu menang dari kejahatan dan hasutan iblis.

Inilah doa dan harap kami, kami sampaikan kepadaMu dengan perantaraan Putramu terkasih Tuhan Kami Yesus Kristus.

Baca Juga: Anak Meninggal usai Vaksin Covid-19 di Cianjur, Banyak Orang Tua Batalkan Imunisasi

Demikian Bacaan dan Renungan Katolik Rabu 26 Januari 2022 lengkap dengan doa.

Semoga aktivitas kita hari ini dijaga dan dilindungi oleh Allah yang maha kuasa. Semoga.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X