Risiko Kematian Omicron 10 Kali Lebih Tinggi Jika Tidak Vaksin

- Minggu, 23 Januari 2022 | 10:48 WIB
Perkembangan kasus Covid-19 varian Omicron. Jika pasien tidak menerima suntik vaksin Covid-19 sebelumnya, risiko kematian Omicron yang mengancamnya hingga sepuluh kali lebih tinggi. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Perkembangan kasus Covid-19 varian Omicron. Jika pasien tidak menerima suntik vaksin Covid-19 sebelumnya, risiko kematian Omicron yang mengancamnya hingga sepuluh kali lebih tinggi. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Sebagai perbandingan, flu menginfeksi sekitar 60 juta orang di Amerika Serikat dalam kurun waktu 3-4 bulan.

Akan tetapi, varian Omicron bisa menginfeksi minimal dua kali lipat dari angka tersebuthanya dalam aktu 3-4 pekan.

Penambahan kasus yang cepat akibat varian Omicron akan memicu peningkatan kasus Covid-19 yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan juga kematian secara signifikan.

Kondisi ini bisa membuat sistem kesehatan menjadi kembali tertekan bila tak ditanggulangi.

Baca Juga: Kronologi Kasus Omicron Pertama di Cimahi, Pasien ART

Pada orang-orang yang divaksinasi, infeksi varian Omicron mungkin hanya akan memicu gejala yang ringan, setara dengan flu berat, atau bahkan tidak bergejala.

Pada kelompok ini, kondisi mereka umumnya akan pulih dalam waktu beberapa hari.

Akan tetapi, ada kelompok-kelompok yang berisiko membutuhkan perawatan di rumah sakit dan kematian bila tertular varian Omicron.

Selain individu yang belum divaksinasi, beberapa kelompok yang juga berisiko adalah lansia, individu dengan kelainan imun, dan individu yang menderita komorbid atau penyakit penyerta.

Oleh karena itu, meski dijuluki sebagai varian yang ringan, Omicron sebaiknya tak disepelekan. Masyarakat tetap harus mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas, seperti menggunakan masker, menjaga jarak fisik, membersihkan tangan secara berkala, dan menjauhi kerumunan.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X