Majelis Adat Sunda Melapor ke Polda Jabar, Arteria Dahlan Minta Maaf

- Kamis, 20 Januari 2022 | 14:48 WIB
Berbarengan dengan Majelis Adat Sunda yang melapor ke Polda Jabar, Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan minta maaf kepada masyarakat. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)
Berbarengan dengan Majelis Adat Sunda yang melapor ke Polda Jabar, Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan minta maaf kepada masyarakat. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)
Berbarengan dengan Majelis Adat Sunda yang melapor ke Polda Jabar, Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan minta maaf kepada masyarakat Jawa Barat.
GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM — Majelis Adat Sunda bersama perwakilan adat Minang dan beberapa komunitas, organisasi Kesundaan melaporkan Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan, ke Polda Jabar, Kamis, 20 Januari 2022.
 
Pelaporan itu berupa pernyataan Arteria Dahlan yang viral di media YouTube dan media sosial, yang menyinggung penggunaan Bahasa Sunda dalam suatu rapat kerja.
 
"Yang pada intinya adalah pelanggaran terhadap konstitusi, UUD 1945 Pasal 32 ayat 2, yang harus memelihara bahasa daerah. Bukannya melarang, tapi harus dijaga," kata Pupuhu Agung Dewan Karatuan Majelis Adat Sunda, Ari Mulia Subagja Husein di Polda Jabar.
 
Kata Ari, permintaan Arteria Dahlan soal pencopotan Kajati menggunakan Bahasa Sunda dalam rapat, menyakitkan bagi pihaknya, khususnya orang Sunda.
 
 
Tak hanya itu, menurut Ari, yang tersinggung oleh pernyataan Arteria Dahlan bukan hanya masyarakat Sunda saja, melainkan suku bangsa lain juga merasa terluka.
 
"Hari ini, mungkin nasib jeleknya mungkin bagi orang Sunda. Tidak menutup kemungkinan, nanti di kemudian hari nanti akan diperlakukan dengan hal yang sama. Jadi ini sudah menjadi penistaan terhadap suku bangsa yang di Indonesia," ujar Ari.
 
Arteria Dahlan minta Maaf
Spanduk Arteria Dahlan Musuh Orang Sunda. Koalisi Masyarakat Penutur Bahasa Sunda, meminta DPP PDIP untuk menarik atau memecat Arteria Dahlan dari keanggotaan di DPR RI. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Buntut panjang aksi Arteria, yang menyinggung Kepala Kajati Jabar akibat menggunakan bahasa Sunda saat rapat kerja bersama DPR, telah ramai dalam beberapa hari ini.
 
Baliho besar yang bertuliskan Arteria Dahlan Musuh Orang Sunda pun sudah terpasang di sejumlah ruas jalan di Kota Bandung.
 
Belum diketahui siapa yang melakukan pemasangan baliho itu berlatar warna putih dan tinta warna merah-hitam serta terkesan berisi kecaman terhadap Arteria.
 
 
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu pun akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat.
 
Hal itu berkaitan dengan kontroversinya terkait pernyataan anggota Komisi III DPR itu pada saat Raker Komisi III dengan Kejaksaan Agung, Senin (17 Januari 2021).
 
Desakan pemberian sanksi dan pemecatan disuarakan Koalisi Masyarakat Sunda untuk Arteria. Baik disanksi Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR maupun DPP PDIP.
“Saya dengan sungguh-sungguh menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya masyarakat Sunda atas pernyataan saya beberapa waktu lalu,” ujar Arteria Dahlan minta maaf di DPP PDI Perjuangan, pada Kamis, 20 Januari 2022.
 
 
Klarifikasi dan permintaan maaf Arteria disampaikannya saat diterima Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun.
 
Dalam permohonan maafnya, Arteria juga pasrah dengan mekanisme partai yang akan diterimanya.
 
"Saya menyerahkan sepenuhnya kepada DPP Partai. Sebagai kader partai saya siap menerima sanksi yang diberikan partai. Saya belajar dari persoalan ini, dan terima kasih atas seluruh kritik yang diberikan ke saya, pastinya akan menjadi masukan bagi saya untuk berbuat lebih baik lagi,” kata Arteria.
 
Anggota Komisi III DPR ini berjanji akan lebih efektif dalam berkomunikasi.
"Saya sendiri akan lebih fokus didalam memerjuangkan keadilan bagi masyarakat," tegasnya.
 
 
Terutama beberapa isu yang dirasakan masyarakat, khususnya di dalam memerangi mafia narkoba, mafia tanah, mafia tambang, mafia pupuk, mafia pelabuhan/bandara/laut, mafia pangan dan BBM, dan berbagai upaya penegakkan hukum lainnya.
 
"Saya akan lebih bekerja secara silent tetapi mencapai sasaran penegakan hukum. Sekali lagi terima kasih atas semua kritik dan masukan yang diberikan kepada saya,” ujar Arteria Dahlan minta maaf kepada masyarakat Jawa Barat yang tersinggung oleh sikapnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Guru dan Nakes Diburu Lowongan CPNS 2023, Siap-siap!

Jumat, 2 Desember 2022 | 06:01 WIB
X