Budayawan Cianjur: Arteria Dahlan Kategorikan Berbahasa Sunda Itu Kejahatan

- Selasa, 18 Januari 2022 | 21:00 WIB
Aksi Arteria Dahlan yang meminta Jaksa Agung mengganti Kajari gegara berbicara bahasa Sunda saat rapat memicu amarah orang-orang Sunda. Budayawan Cianjur menganggap pernyataan anggota DPR Komisi III Arteria Dahlan dari Fraksi PDIP seakan berbahasa Sunda itu sebagai bentuk kejahatan. (Youtube/DPR RI)
Aksi Arteria Dahlan yang meminta Jaksa Agung mengganti Kajari gegara berbicara bahasa Sunda saat rapat memicu amarah orang-orang Sunda. Budayawan Cianjur menganggap pernyataan anggota DPR Komisi III Arteria Dahlan dari Fraksi PDIP seakan berbahasa Sunda itu sebagai bentuk kejahatan. (Youtube/DPR RI)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Budayawan Cianjur menganggap pernyataan anggota DPR Komisi III Arteria Dahlan dari Fraksi PDIP seakan berbahasa Sunda itu sebagai bentuk kejahatan.

“Sudah jelas pernyataan Arteria itu setiap orang yang berbahasa Sunda itu sebuah kejahatan,” tegas Budayawan Cianjur Abah Ruskawan pada Ayobandung.com saat dihubungi melalui telepon, Selasa 18 Januari 2022.

Abah Ruskawan menjelaskan alasannya, seorang Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) meminta dicopot dari jabatannya, Arteria beralasan karena berbahasa Sunda saat rapat.

Baca Juga: 9 HP Samsung Terbaru Spek HP 5G Murah RAM 8 GB Mulai 3 Jutaan

“Seorang pejabat negara baru bisa diberhentikan seandainya melanggar hukum pidana, bukan karena berbahasa Sunda. Pernyataan Arteria berlebihan dan menyakitkan bagi penutur bahasa Sunda,” jelasnya.

Abah mengungkapkan, bahasa daerah diakui dalam konstitusi. pada Pasal 32 ayat (2) UUD 1945 berbunyi, “Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional.” 

Baca Juga: 24 HP Oppo Terbaru Kelas HP 5G Murah RAM 8 GB Mulai 2 Jutaan

Siapapun yang berbahasa Sunda, baik itu pejabat eksekutif, legislatif, yudikatif dan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke sudah selayaknya menghormati dan memelihara bahasa daerah. 

“Kalau seorang Kajati yang bicara bahasa Sunda dalam rapat kerja tentu saja masih sejalan dengan konstitusi. Adapun bila dalam raker tersebut ada yang tidak paham atas apa yang dikatakan Kajati, ada cara untuk meminta Kajati mengulang pembicaraannya dalam bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, bukan dengan meminta diganti,” katanya.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X