Dinilai Lecehkan Bahasa Sunda, Dosen Unpad Sebut Arteria Dahlan Arogan

- Selasa, 18 Januari 2022 | 16:31 WIB
Aksi Arteria Dahlan yang meminta Jaksa Agung mengganti Kajari gegara berbicara bahasa Sunda saat rapat memicu amarah orang-orang Sunda. (Youtube/DPR RI)
Aksi Arteria Dahlan yang meminta Jaksa Agung mengganti Kajari gegara berbicara bahasa Sunda saat rapat memicu amarah orang-orang Sunda. (Youtube/DPR RI)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM —  Aksi Arteria Dahlan yang meminta Jaksa Agung mengganti Kajati gegara berbicara bahasa Sunda saat rapat memicu amarah orang Sunda.

Bahkan perkataan Arteria dianggap terlalu berlebihan dan arogan.

Dosen Antropologi FISIP Universitas Padjadjaran (Unpad) Ira Indrawardana turut menyayangkan aksi Ateria Dahlan. Menurutnya penggunaan bahasa daerah dalam rapat pun bukan sesuatu yang harus dipermasalahkan.

"Bahasa adalah identitas suatu bangsa termasuk etnik. Identitas suatu bangsa atau etnik berkaitan dengan harga diri, jatidiri, peradaban, kehormatan dan kebanggaan suatu bangsa atau etnik tertentu. Penggunaan bahasa dalam berbagai ruang sejatinya tidak perlu dipermasalahkan, yang karena itu perlu adanya empati dan edukasi yang paus dalam berbahasa," ujar Ira pada Ayoindonesia.com, Selasa 18 Januari 2022.

Baca Juga: Arteria Dahlan Usul Pecat Kajati Jabar sebab Bahasa Sunda, Pemerhati Budaya Terluka

Bahkan menurutnya, ada suatu pendapat justru semakin banyak penguasaan atas berbagai bahasa akan menjadikan seseorang menjadi lebih luas wawasan pengetahuan, pemahaman budaya dan bijak dalam bersikap dan bertutur kata.

 

Ditambah lagi, bahasa sebagai alat atau media komunikasi merupakan hal penting dalam mengekspresikan suatu ide, gagasan, pandangan, pengetahuan, perasaan dan hal-hal lain sehagaimana setiap bahasa itu berada sebagai "jembatan relasi" sosial dan budaya.

"Oleh karena itu sikap yang antipati bahkan meleecehkan suatu bahasa sesungguhnya adalah sikap arogan dan kurangnya wawasan pengetahuan," kata pria yang juga menjabat sebagai Koordinator Paguyuban Kerukunan Umat dan Adat Nusantara (PAKUAN) itu.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X