Bacaan dan Renungan Katolik Selasa 18 Januari 2022 Lengkap dengan Doa

- Senin, 17 Januari 2022 | 13:57 WIB
Berikut bacaan dan renungan Katolik Selasa 18 Januari 2022. (Pixabay)
Berikut bacaan dan renungan Katolik Selasa 18 Januari 2022. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Berikut bacaan dan renungan Katolik Selasa 18 Januari 2022.

Bacaan Pertama: 1 Samuel 16:1-13

Mazmur Tanggapan: Mazmur 89:20.2122.27-28

Bacaan Injil: Markus 2:23-28

Baca Juga: 11 Foto Rumah Upin Ipin di Dunia Nyata

Bacaan I: 1 Samuel 16:1-13:Samuel Mengurapi Daud di Tengah Saudara-saudaranya dan Berkuasalah Roh Tuhan atas Daud.

Setelah Raja Saul ditolak,  Tuhan bersabda kepada Samuel, “Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul?

Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel?

Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah.

Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anak telah Kupilih seorang raja bagiKu,”

Tetapi Samuel berkata “Bagaimana mungkin aku pergi? Jika saul mendengarnya, ia akan membunuh aku.”

Maka Tuhan bersabda “Bawalah seekor lembu mudah dan katakan: Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan. Kemudian undanglah Isai ke upacara pengorbanan itu, lalu Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kau perbuat. Urapilah bagiKu orang yang akan Kusebut kepadamu.”

Samuel berbuat seperti yang disabdakan Tuhan, dan tibalah ia di kota Betlehem.

Para tua-tua di kota itu datang mendapatkannya dengan gemetar dan berkata “Adakah kedatanganmu ini membawa selamat?”

Jawab Samuel, “Ya  benar! Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan. Kuduskanlah dirimu, dan datanglah dengan daku ke upacara pengorbanan ini.”

Kemudian Samuel menguduskan Isai dan anak-anaknya yang laki-laki, dan mengundang mereka ke upacara pengorbanan itu.

Lalu mereka itu masuk. Ketika melihat Eliab, Samuel berpikir, “Sunguh. Di hadapan Tuhan sekarang berdiri yang di urapiNya.”

Tetapi bersabdalah Tuhan kepada Samuel. “ Janganlah terpancing pada paras atau perawakan yang tinggi, sebab aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat yang di depan mata, tetapi Allah melihat hati.”

Lalu Isai memanggil Abinadab dan menyuruhnya lewat di depan Samuel.

Tetapi Samuel berkata kepada Isai.
“Dia ini tidak dipilih Allah!”

Kemudian Isai menyuruh Syama lewat, tetapi Samuel berkata “ semuanya ini tidak dipilih Tuhan.”

Lalu Samuel berkata kepada Isai, “inikah semua anakmu?”

Jawab Isai, “masih tinggal yang bungsu, tetapi ia sedang menggembalakan domba.”

Kata Samuel kepada Isai, “suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang kemari.”

Baca Juga: Bayi Sesak Napas Meninggal di Jalan akibat Ambulans Tanpa Pengawalan

Kemudian disuruh ngalah menjemput dia. Kulitnya kemerah-merahan, matanya indah, dan parasnya elok.

Lalu Tuhan bersabda, “Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia”

Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu, dan mengurapi Daud di tengah saudara-saudaranya.

Sejak hari itu, dan seterusnya berkuasalah Roh Tuhan atas Daud.

Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.

Demikianlah Sabda Tuhan

Bacaan Injil: Markus 2:23-28: Hari Sabat Diadakan untuk Manusia dan Bukan Manusia untuk Hari Sabat.

Pada suatu hari sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementaara berjalan murid-muridNya memetik bulir gandum.

Maka kata orang-orang Farisi kepada Yesus, “liha! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari sabat?”

Jawab Yesus kepada mereka, “belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud,, ketika ia dan para pengiringnya kekurangan dan kelaparan?

Tidakkah ia masuk ke dalam rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai imam agung lalu makan roti  sajian yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam dan memberikannya juga kepada pengikut-pengikutnya?”

Lalu kata Yesus kepada mereka, “hari sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari sabat.

Jadi Anak Manusia adalah Tuhan, juga atas hari sabat.”
Demikianlah injil Tuhan.

Renungan Katolik Selasa 18 Januari 2022

Bacaan hari mengisahkan tentang bagaimana Allah memilih Daud untuk memimpin dan menjadi raja atas umat Allah, yaitu Israel.

Melalui Samuel ia bersabda untuk menemui Isai yaitu ayah Daud untuk memilih anaknya menjadi Raja Israel.

Samuel yang masih berdukacita itu ditegur Allah, karena terlalu memikirkan Saul yang sudah ditolak oleh Allah menjadi raja atas umatNya itu.

Samuel takut, kepada Saul bila dia mengangkat raja baru.

Saul yang saat itu masih menjadi raja pasti murka dan akan membunuh Samuel hamba Allah itu.

Pengangkatan Daud menjadi raja penuh dengan dramatika.

Mulai dari Samuel yang takut sampai Samuel harus memilih satu per satu anak Isai itu.

Satu persatu datang dan menghadap Samuel tetapi tidak satupun di antaranya dipilih Allah dan diangkatnya menjadi raja.

Allah hanya jatuh cinta dan berkenan pada anak Isai yang bungsu, dengan paras yang elok, kulit yang kemerh-merahan membuat Allah menyukainya.

Ia adalah pengembala pemberani dan anak bungsu dari Isai. Dialah Dau yang dikasihi Allah dan Allah berkenan kepadanya.

Ketika Daud datang usai dijemput, Allah bersabda dialah anak Isai yang Kupilih menjadi pemimpin orang Israel.

Kita ketahui bahwa Daud adalah raja besar orang Israel, Daud menorehkan prestasi dihadapan Allah dan Tuhan sangat berkenan kepadanya.

Mengapa harus Daud, sementara kakak Daud sendiri memiliki paras dan tampang yang elok dan lebih pantas menjadi raja umat Israel?

Dalam kitab diperdengarkan kepada kita, bahwa bukan yang dilihat manusia, melainkan yang dilihat Allah.

Sebab manusia melihat dari tampangnya, tetapi  Allah melihat tampang dan hatinya.

Allah memilih Daud karena Allah melihat hati anak bungsu Isai itu dan Ia menaruh kasih dan cinta hanya kepadanya.

Sejak saat itulah Daud menjadi raja usai diurapi Tuhan melalui Samuel hamba Allah itu.

Dalam bacaan injil suci hari ini juga diperdengarkan kepada kita tentang berpuasa di hari sabat.

Jelas-jelas Yesus menegaskan bahwa hari sabat diadakan untuk manusia, tetapi bukan manusia untuk hari sabat.

Pernyataan Yesus memiliki makna yang mendalam, bahwa keselamatan itu lebih penting daripada segala sesuatu yang diadakan manusia.

Orang Farisi begitu fanatik dalam melaksanakan aturan yang secara detail ditentukan dalam hari sabat.

Dengan pemahaman yang lurus mereka melaksanakan semua aturan tersebut, yang ternyata bagi Yesus itu sia-sia dan menyiksa mereka.

Orang-orang Farisi itu marah ketika murid-murid Yesus melanggar dan tidak taat pada ketentuan hari sabat.

Namun Yesus menegur orang-orang Farisi itu.

Yesus berkata dan menegur mereka sebab Dia memiliki kuasa atas hari sabat itu.

KuasaNya atas hari sabat menunjukan bahwa Dialah Anak Allah yang mewakili manusia di hadapan Allah yang menebus dosa-dosa manusia.

Doa Renungan

Allah Bapa di dalam Kerajaan Surga terima kasih atas segala cinta dan kebaikanMu.

Melalui FirmanMu hari ini kami menyadari bahwa besarlah kasih setiaMu kepada umat Israel yang rajanya kini Engkau tolak.

Dan Engkau memilih dan mengangkat seorang raja bagi mereka.

Hal itu semua Engkau lakukan agar mereka tidak tercerai berai.

Kami mohon jagalah kami juga sebagai anak-anakMu agar kami semakin sadar akan cinta dan kasihMu yang besar adalah kehidupan kami.

Baca Juga: 2 Kisah Kemunculan Upin Ipin Khayalan Opah - Boneka Kak Ros

Sertailah juga segala aktivitas dan perjuangan hidup kami dalam menggapai cita-cita kami sesuai dengan kehendakMu.

Bukalah kehendak kami melainkan kehendakMulah yang akan terjadi. Amin.

Demikianlah bacaan dan renungan katolik Selasa 18 Januari 2022.

Semoga aktivitas kita hari ini dijaga dan dilindungi oleh Allah yang Maha Kuasa. Semoga.

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengenal Pengertian dan Sifat-Sifat Magnet

Jumat, 20 Mei 2022 | 09:17 WIB

Benarkah Asmaul Husna Allah SWT Berjumlah 99?

Rabu, 18 Mei 2022 | 10:40 WIB
X