Hukum Terlambat Mengumandangkan Adzan

- Jumat, 7 Januari 2022 | 11:40 WIB
Hukum terlambat mengumandangkan adzan. Ilustrasi. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Hukum terlambat mengumandangkan adzan. Ilustrasi. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Adzan selalu dikumandangkan untuk memberitahu waktu masuk sholat. Namun, bagaimana hukum terlambat mengumandangkan adzan?

 

Dilaporkan Republika, Ibnu Al Qayyim Al Jauziyyah dalam kitab Fikih Sholat menjelaskan, jika adzan tidak dilakukan pada awal waktu (terlambat) maka tidak disyariatkan untuk adzan lagi setelah itu jika di daerah tersebut ada muadzin lain yang telah melakukannya.

Akan tetapi jika terlambatnya sebentar, maka tidak mengapa untuk melakukan adzan.

Namun, jika di dalam suatu daerah tidak ada muadzin selain dia, maka dia harus melakukan adzan meskipun sudah terlambat beberapa saat. Karena hukum adzan adalah fardhu kifayah, sedangkan di waktu itu tidak ada muadzin lain melakukannya, maka wajib baginya untuk mengumandangkan adzan.

Sebab dia memiliki tanggung jawab dan biasanya orang-orang menunggu adzan dikumandangkan. Sedangkan bagi orang yang berpergian, maka disyariatkan baginya adzan meskipun hanya sendirian.

Hal ini sebagaimana hadits riwayat Abu Sa’id, bahwasannya dia pernah berkata kepada seseorang, “Jika engkau sedang menggembala kambingmu atau di padang sahara, maka angkatlah suaramu untuk melakukan adzan. Karena sesungguhnya jin maupun manusia atau yang lain tidak akan mendengar suara muadzin kecuali mereka akan menjadi saksi baginya pada Hari Kiamat.”

Keutamaan adzan

Adzan merupakan panggilan yang disyariatkan sebagai penanda masuknya waktu sholat fardhu bagi umat Islam. Berkaitan dengan pentingnya adzan, Nabi Muhammad ï·ºmenjelaskan beberapa keutamaannya, khususnya bagi orang-orang yang mengumandangkan adzan (muazin atau Bilal).

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X