Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Bahar bin Smith, Polda Jabar Telah Periksa 50 Saksi

- Sabtu, 1 Januari 2022 | 13:07 WIB
Polda Jabar sudah memeriksa sebanyak 50 saksi terkait kasus dugaan ujaran kebencian Bahar bin Smith. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)
Polda Jabar sudah memeriksa sebanyak 50 saksi terkait kasus dugaan ujaran kebencian Bahar bin Smith. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Polda Jabar sudah memeriksa sebanyak 50 saksi terkait kasus dugaan ujaran kebencian Bahar bin Smith.

Sebelumnya, Polda Jabar telah memeriksa 21 saksi ahli, mulai dari saksi ahli agama, ahli bahasa, ahli pidana, ahli ITE, ahli Sosiologi, dan ahli kedokteran forensik, empat saksi pelapor, 15 saksi TKP Bandung dan 10 saksi TKP Garut.
 
"Perkembangan hari ini, saksi yang telah diperiksa bertambah menjadi 50 orang, dan bertambah enam barang bukti yang disita," kata Dir Krimsus Polda Jabar, Kombes Pol Arief Rachman di Mapolda Jabar, 1 Januari 2022.
 
 
Bertambahnya enam barang bukti itu, lanjut Arief, adalah perkembangan dari hasil penggeledahan oleh Penyidik Polda Jabar kepada pemilik rumah, TR, yang memviralkan video dugaan kasus ujaran kebencian oleh Bahar bin Smith.
 
Penggeledahan itu dilakukan oleh penyidik gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar.
 
Dari penggeladahan itu, Polda Jabar menyita satu unit handpohe, satu laptop, satu akun YouTube, dan satu akun e-mail.
 
 
Dugaan kasus ujaran kebencian Bahar bin Smith ini, diduga terjadi di Kemacatan Margaasih, Kabupaten Bandung.
 
Diduga ujaran kebencian itu terjadi dalam kegiatan ceramah yang dihadiri Bahar bin Smith.
 
Oleh karena itu, pihaknya membagi dua klaster untuk mempermudah identifikasi saksi. Kluster pertama yakni klaster Bandung dan klaster kedua yaitu klaster Garut.
 
"Barang bukti yang kita sita dari kluster TKP Garut satu item handpohe dan TKP Bandung satu item flashdisk," kata Arief.
 
 
"Semua barbuk digital atau digital evidence tentunya telah dikirimkan ke laboratorium digital forensik untuk diperiksa," lanjutnya.
 
Pemeriksaan kasus ujaran kebencian Bahar bin Smith dijadwalkan pada Senin, 3 Januari 2022.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa Garut Masuk Tipe Intraslab, Ini Penjelasan BMKG

Sabtu, 3 Desember 2022 | 21:48 WIB
X