Hukum Merayakan Tahun Baru Ustaz Adi Hidayat Bilang Ini

- Jumat, 31 Desember 2021 | 16:06 WIB
hukum merayakan tahun baru Adi Hidayat. (Facebook)
hukum merayakan tahun baru Adi Hidayat. (Facebook)

Seperti apa hukum merayakan tahun baru Adi Hidayat. Berikut selengkapnya.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Setiap tahunnya momen pergantian tahun dirayakan oleh seluruh penduduk di berbagai dunia, termasuk Indonesia.

Tahun Baru 2022 sendiri akan jatuh pada Sabtu mendatang. Warga di seluruh dunia pun bersiap menyambutnya.

Baca Juga: Hukum Merayakan Tahun Baru dalam Islam Menurut 3 Ulama

Namun, dikarenakan mayoritas warga Indonesia adalah umat muslim, perayaan tahun baru ini menjadi polemik. Sehingga timbulah pertanyaan bagaimana hukum merayakan tahun baru bagi umat muslim.

Dilansir Ayobandung.com dari NU online, tahun baru masehi selalu diasosiasi dengan Yesus. Masehi dipandang sebagai tahun Kristen. Apalagi di dukung bukti historis bahwa kelahiran Yesus dijadikan landasan penetapan satu masehi. Perayaan pertama kali dirayakan pada 1 Januari 45 SM.

Implikasinya, ketika asosiasi Yesusu melekat pada kata ‘Masehi’, maka fatwa hukum yang dikeluarkan adalah haram merayakan tahun baru masehi karena dinilai tasyabbuh (menyerupai) agama lain.

Sementara itu Rosidin yang merupakan pengurus LTN PCNU Kabupaten Malang, mengemukakan bahwa perhitungan tahun hanya ada dua model. Yang pertama Kalender Matahari yang perhitungannya didasarkan pada peredaran bumi mengelilingi matahari (revolusi bumi). Yang kedua adalah Kalender Bulan yang dihitung berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi (revolusi bulan).

Baca Juga: 10 Kata-kata Tahun Baru 2022 Masih Sendiri untuk Jadi Caption Medsos

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X