Bacaan dan Renungan Katolik Minggu 2 Januari 2022

- Jumat, 31 Desember 2021 | 13:10 WIB
 Berikut bacaan dan renungan katolik Minggu, 2 Januari 2022. (Pixabay/Stempow)
Berikut bacaan dan renungan katolik Minggu, 2 Januari 2022. (Pixabay/Stempow)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Berikut bacaan dan renungan katolik Minggu, 2 Januari 2022.

Bacaan Pertama: Yesaya 60:1-6

Mazmur Tanggapan: Mazmur 72:1-2.7-8.10-11.12-13

Bacaan Kedua: Efesus 3:2-3a.5-6

Bacaan Injil: Mateus 2:1-12

Renungan Katolik Minggu, 2 Januari 2022

Natal adalah anugerah Tuhan terindah bagi umat-Nya.

Natal menjadi lambang sukacita bagi dunia yang meyakini akan karya keselamatan besar dari Allah.

Baca Juga: 11 Caption Tahun Baru 2022 Islami Romantis

Kita pun telah merayakan natal pada tahun 2021 kemarin.

Namun sukacita itu tetap ada, lantas Ia telah hadir dan hidup dalam hati kita yang fana ini.

Sukacita itu semakin bertambah dengan berakhirnya tahun 2021 dan menyambut tahun baru 2022.

Luar biasa sukacita yang Tuhan berikan kepada kita umat-Nya.
Bacaan Minggu, 2 Januari 2022 hari ini sangat menarik.

Baca Juga: 11 Kado Tahun Baru 2022 untuk Pacar berdasarkan Hobi

Injil hari ini menceritakan tentang Para Majus, orang Timur atau para Raja dari Timur yang pergi meninggalkan wilayahnya untuk bertemu Bayi Mungil Yesus yang telah lahir di Betlehem, Kota Daud itu.

Mereka pergi dari kota dan kemegahannya menyisiri padang pasir dan banyak rintangan serta tantangan hanya untuk menemui sang penyelamat.

Zaman yang masih penuh keterbatasan mereka pergi dan berjalan hanya melihat Bintang yang bercahaya terang.

Mereka dituntun hingga ke wilayah kekuasaan Herodes.

Ketiga Majus itu pergi menghadap Raja Herodes dan menanyai keberadaan sang Bayi yang baru lahir.

Baca Juga: Hukum Merayakan Tahun Baru 2022 kata Ustaz Khalid Basalamah

Namun Herodes pun juga kaget mendengar ketiga Raja itu bertanya tentang Bayi yang baru lahir itu.

Raja Herodes tidak menginginkan Bayi itu lahir karena dianggapnya akan mengganggu kekuasaannya.

Ia memerintahkan ketiga Majus tersebut untuk kembali kepadanya dan memberitahukan kepadanya soal keberadaan Bayi tersebut.

Ketiga Raja tersebut pun pergi dari Herode untuk menemui sang Bayi melalui tuntunan Bintang Terang itu.

Adapun ketiga raja tersebut bernama, Baltasar, Melkior, dan Kaspar.
Mereka adalah orang yang digambarkan sebagai orang Asia, Afrika, dan Eropa.

Melkior adalah orang yang diceritakan memiliki ciri-ciri seorang yang sudah lanjut usia, rambutnya putih, berjenggot panjang, dan saat itu dia mempersembahkan bahan bawaannya kepada Yesus dengan sebuah Emas.

Kaspar diceritakan memiliki ciri-ciri orang muda, tanpa jenggot serta wajah yang sangat menarik dan mempersembahkan bahan bawaannya kepada sang Bayi kemenyan.

Sementara itu Baltasar diceritakan adalah seseorang yang berciri-ciri berkulit hitam, janggutnya baru tumbuh, dan mempersembahkan bahan bawaannya kepada Bayi Yesus mur.

Berikut bacaan dan renungan katolik Minggu, 2 Januari 2022.

Apakah arti dari semua jenis bahan persembahan ketiga orang majus tersebut?

Adalah hal menarik untuk kita perlu cermati dan pelajari semuannya itu.
Mereka adalah orang yang jauh dari negeri Daud. Mereka datang sebagai tamu dalam perayaan natal.

Mungkin mereka adalah orang pertama yang tahu tentang kelahiran Yesus melalui tanda-tanda alam, yaitu Bintang.

Bintang yang bercirikan sangat terang itulah yang menjadi pemandu dalam perjalanan panjang mereka.

Merekalah orang Majus yang penuh bijaksana memahami rasi bintang yang berada pada malam hari.

Walaupun banyak bintang dimalam hari, namun suatu hal menakjubkan berkat karunia mereka. Karunia dan pelajaran yang menantang selama perjalanan akhirnya mempertemukan mereka dengan Bayi Yesus.

Baca Juga: 50 Twibbon Tahun Baru 2022 Gratis, Terbaru dan Keren untuk Meriahkan Malam Pergantian Tahun

Arti ketiga persembahan itu adalah menceritakan dan menggambarkan tentang Yesus sesungguhnya.

Emas dari Melkior melambangkan pengakuan Yesus Kristus adalah hadiah besar dari Allah untuk umat manusia.

Kemenyan Kaspar melambangkan akan Imamat Yesus Kristus yang akan hidupnya dipersembahkan semata untuk kemuliaan Allah Bapa serta memabawa manusia kepada keselamatan kekal abadi.

Sementara itu Mur Baltasar melambangkan akhir hidup dan kematian Yesus Kristus sebagai jalan untuk menebus dosa umat manusia.

Apabila kita membuka tabir kebijaksanaan hati kita yang diberikan oleh Allah, kita mampu memahami misteri Allah untuk manusia.

Hal yang menarik juga didalam bacaan injil dimana, para Majus tersebut membawakan persembahannya kepada Bayi Yesus adalah hanya melalui tuntunan sebuah bintang yang bercahaya sangat terang.

Ada hal menarik dari sana, dimana mereka mengikuti posisi dimana bintang itu berada.

Apa yang dapat diambil dari kisah perjalanan yang hanya dituntun oleh bintang?

Dalam kehidupan kita manusia, tentunya ada seseorang yang menjadi panutan dan guru untuk mengarahkan, menjadi tauladan dalam hidup kita.
Semua itu tentu karena kita merasa bangga dengannya, merasa dari padanya akan ada jalan dan petunjuk bila ada masalah menimpa diri kita, bahkan mungkin orang yang akan membawa kita keluar dari keterpurukan yang sedang kita alami.

Dia adalah Bintang kita, yang akan menuntun kita.

Sebagai orang yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan yang akan menyelamatkan kita, marilah kita posisikan Dia sebagai Bintang kehidupan kita.

Dialah panutan, guru, dan cahaya dalam kekelaman kita.

Kita memposisikaan Dia sebagai pengarah dalam kesulitan kita, dan terang dalam kegelapan hati kita.

Dialah yang akan menunjukan arah jalan yang benar, walaupun ada gurun dan rintangan sebagai proses pendewasaan rohani kita.

Namun, yakin dan percayalah kita akan bersukacita seperti para Majus dari Timur itu, tatkala kita sudah mendapatkan tempat tujuan dan maksud dari perjalanan panjang kita yang berziarah di dunia ini.

Marilah kita menjadikan Yesus Kristus sebagai Bintang dalam Kehidupan kita sehari-hari.

Demikian bacaan dan renungan katolik Minggu 2 Januari 2022. Semoga kita semua diberkati oleh Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari. Amin. Semoga berkenan.***

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X