Terungkap! 2 Dosis dan Booster Sinovac Tak Ampuh Lawan Omicron

- Kamis, 23 Desember 2021 | 17:44 WIB
Dua dosis dan booster vaksin Covid-19 yang dibuat oleh Sinovac Biotech Ltd. China, ternyata tidak menghasilkan tingkat antibodi penetral yang cukup untuk melindungi dari varian Omicron. Demikian menurut sebuah studi. (Pixabay)
Dua dosis dan booster vaksin Covid-19 yang dibuat oleh Sinovac Biotech Ltd. China, ternyata tidak menghasilkan tingkat antibodi penetral yang cukup untuk melindungi dari varian Omicron. Demikian menurut sebuah studi. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Dua dosis dan booster vaksin Covid-19 yang dibuat oleh Sinovac Biotech Ltd. China, ternyata tidak menghasilkan tingkat antibodi penetral yang cukup untuk melindungi dari varian Omicron. Demikian menurut sebuah studi.

Dilansir dari Blomberg, penelitian menunjukkan bahwa orang yang telah menerima suntikan Sinovac, yang dikenal sebagai CoronaVac, harus mencari vaksin lain untuk booster mereka.

Mendapatkan booster vaskin RNA BioNTech SE Jerman sebagai dosis ketiga membuat mereka yang sebelumnya divaksinasi penuh dengan CoronaVac secara signifikan meningkatkan tingkat perlindungan antibodi terhadap Omicron, menurut penelitian dari University of Hong Kong dan The Chinese University of Hong Kong.

Baca Juga: 13 HP Samsung 5G Termurah hingga Terbaru 2021

Dua dosis suntikan BioNTech, yang dikenal sebagai Comirnaty, juga tidak mencukupi, meskipun menambahkan booster dari jenis yang sama meningkatkan perlindungan ke tingkat yang memadai, kata para peneliti dalam sebuah pernyataan.

Dengan omicron yang terlihat sekitar 70 kali lebih mudah menular daripada varian delta, penting untuk melakukan booster atau memvaksinasi ulang dengan vaksin yang lebih spesifik. Hal ini menghambat upaya dunia untuk keluar dari pandemi.

Pekan lalu, Sinovac merilis studi laboratorium yang mengatakan 94 persen orang yang mendapatkan tiga dosis menghasilkan antibodi penetralisir, meskipun tidak disebutkan levelnya.

Baca Juga: 56 HP Vivo Terbaru 2021 Harga dan Spesikasi Lengkap

Para peneliti Hong Kong menetapkan ambang batas untuk apa yang mereka anggap sebagai tingkat antibodi yang cukup untuk perlindungan berdasarkan penelitian sebelumnya yang diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X