Sengaja Beri Uang pada Pengamen, Bisa Dipidana 3 Bulan Kurungan

- Selasa, 14 Desember 2021 | 16:13 WIB
Papang pengumuman larangan beri uang pada pengamen dan pengemis. (Ayobandung.com/Muhammad Ikhsan)
Papang pengumuman larangan beri uang pada pengamen dan pengemis. (Ayobandung.com/Muhammad Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Pengendara mobil maupun motor dilarang sengaja memberi uang kepada gelandangan, pengemis, pengamen maupun anak jalanan. Tak main-main sanksi larangan memberi uang pada pengemis ini, bagi yang melanggar ada ancaman pidana hingga sanksi denda.

Semasa pandemi Covid-19, sejumlah tempat atau beberapa titik perempatan jalan dipenuhi para pengamen, anak jalanan, gelandangan, maupun pengemis di Kabupaten Cianjur. Keberadaan mereka pun dianggap cukup mengganggu ketertiban umum.

Satpol PP Kabupaten Cianjur memasang papan imbauan setidaknya di tiga titik perempatan, yakni perempatan Tugu Pramuka, perempatan Jebrod, dan perempuan Toko Lily.

Baca Juga: 16 Daftar Laptop Terbaru Harga Murah dan Spesifikasi Lengkap 2021

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Hendri Prasetiady mengatakan, pihaknya sengaja memasang papan larangan memberi uang pada pengemis, pengamen, anak jalanan, hingga gelandangan sebagai sosialisasi kepada masyarakat.

“Kita memasang itu karena sesuai Perda Nomor 1 tahun 2019 Jo Nomor 3 tahun 2020 tentang ketertiban umum,” ujar Hendri, Selasa 14 Desember 2021.

Baca Juga: Persib Gagal Rekrut Makan Konate Ini Penyebabnya

Hendri menegaskan, dalam pasal 61 Perda Nomor 3 tahun 2020 sudah jelas disebutkan apabila dengan sengaja memberikan uang kepada gepeng, anak jalanan, maupun pengemis bisa dikenakan sanksi pidana kurunhan atau sanksi denda.

“Hukumannya pidana kurungan tiga bulan atau sanksi denda Rp50 ribu,” katanya.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X