Modus Investasi Bodong, IRT Gelapkan Uang Milyaran Rupiah

- Kamis, 2 Desember 2021 | 17:28 WIB
Ibu rumah tangga berinisial AM alias A (28) diduduga melakukan penipuan dan penggelapan uang modus investasi bodong hingga milyaran rupiah. (Shutterstock)
Ibu rumah tangga berinisial AM alias A (28) diduduga melakukan penipuan dan penggelapan uang modus investasi bodong hingga milyaran rupiah. (Shutterstock)


TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Seorang ibu rumah tangga berinisial AM alias A (28) asal Desa/Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya diduga melakukan penipuan dan penggelapan uang berupa modus investasi bodong dengan nilai kerugian milyaran rupiah.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono mengungkapkan,  Satreskrim Polres Tasikmalaya berhasil mengungkap kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan berupa
modus investasi bodong yang dilakukan oleh seorang perempuan asal Kecamatan Singaparna.

Tidak tangung-tanggung, nilai kerugian modus investasi bodong itu mencapai Rp2,2 miliar dengan total korban 13 orang.

Baca Juga: Tes PPPK Guru Tahap 2 Diundur?

"Korban, ada yang berasal dari Kabupaten Tasikmalaya, dan luar kota," terang Rimsyah dinukil Ayotasik.com, Kamis 2 Desember 2021.

Modus operansi pelaku, terang Rimsyah, yakni menawarkan kepada korban untuk mengikuti investasi berupa uang dengan menjanjikan keuntungan bunga 30 persen dari investasi yang diberikan oleh para korban. Keuntungan itu, akan didapat investor mulai lima hari hingga satu minggu.

"Pengakuan tersangka, investasinya itu dalam dana pinjam. Keuntungan yang didapat oleh investor itu per minggu," ujar Rimsyah.

Selain investasi dana pinjaman, pelaku juga sering memposting di akun media sosial miliknya bahwa dia mempunyai usaha jual beli beras, mempunyai perusahaan dan mempunyai kantor sehingga para korban tertarik dan percaya untuk berinvestasi.

Baca Juga: 30 Daftar Harga dan Spesifikasi HP Oppo Terbaru 2021, Ada Oppo A95

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Dian Pornomo menambahkan, pelaku terancam pasal 378 KUH Pidana dan atau 372 KUHPidana tentang Penipuan dan Penggelapan.

"Pelaku diancam hukuman pidana penjara paling lama empat tahun," ucap Dian.

Pelaku AM alias A (28) mengaku untuk membujuk korban, ia memberikan iming-iming keuntungan 30% dalam waktu 5-7. Dalam beberapa bulan, perputaran uangnya lancar dan investor mendapatkan keuntungan.

Namun, dalam beberapa bulam belakangan, perputaran uang di investasi dana pinjamannya mandeg sehingga tidak bisa memberikan keuntungan kepada investor.

"Uangnya saya ga pakai,uangnya itu habis untuk menggali lubang tutup lobang," ucap AM.

Baca Juga: 12 Daftar HP Oppo Terbaru Desember 2021, Cek Harga hingga Spesifikasi

Sementara itu, kuasa hukum tersangka AM, Teddy Cipta Lesmana meminta penyidik untuk jeli dalam menangani kasus modus investasi bodong ini. Pihaknya menduga ada keterlibatan orang lain.

"Saya pikir penyidik juga harus melihat secara detail, karena masih mungkin ada keterlibatan orang lain dalam kasus yang menjerat klien saya," Kata Teddy. 

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X