Riset Perguruan Tinggi, Antara Ego Sektoral dan Kebermanfaatan

- Jumat, 26 November 2021 | 09:30 WIB
Plt Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbudristek Prof. Nizam. (dok. Kemendikbud)
Plt Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbudristek Prof. Nizam. (dok. Kemendikbud)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Setiap tahun baik mahasiswa maupun dosen terlibat dalam riset di perguruan tinggi. Namun, sebagian besar riset perguruan tinggi itu hanya berdasarkan ego sektoral dan kurang diarasakan manfaatnya baik oleh masyarakat maupun dunia industri.

Sebagian riset yang dilakukan oleh perguruan tinggi baik mahasiswa maupun dosen, hanya untuk mengejar tunjangan fungsional atau berdasarkan minat kaum intelektual di perguruan tinggi tanpa melihat kebutuhan di luar kampus.

Hal tersebut diakui oleh Plt Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Prof. Nizam.

Baca Juga: Perjuangan Annisa Azkia Suryadi, Gadis Kecil Peraih Sederet Medali Olimpiade Sains Nusantara POSI

Dalam webinar Fellowship Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan beberapa waktu lalu, Prof Nizam mengatakan, tidak sedikit riset yang dilakukan oleh peneliti di perguruan tinggi yang tidak melihat kebutuhan industri.

"Harusnya, ada kolaborasi antara perguruan tinggi dengan industri. Jadi riset yang dilakukan nantinya bisa bermanfaat atau sesuai dengan kebutuhan industri," ujar Prof Nizam.

Yudo Anggoro, Director of MBA Program Jakarta Campus The School of Business and Management (SBM) Institut Teknologi Bandung, berpendapat, tidak jarang riset yang dilakukan oleh perguruan tinggi hanya pemenuhan tuntutan untuk masuk dalam jurnal scopus agar bisa dinilai oleh para akademisi di belahan dunia lain.

"Selama ini dianggap sebagia menara gading. Riset hanya bisa dibaca profesor, akademisi, karena dosen dituntut harus masuk dalam jurnal scopus. Padahal yang memahami scopus tidak banyak, bahasa yang digunakan juga akademis, sehingga jadi kurang membumi," ujarnya.

Sejatinya, perguruan tinggi dengan industri harus sejalan, supaya riset yang dihasilkan bisa memberikan kebermanfaatan.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perpustakaan di Pelosok Cicalengka Ini Dirintis Remaja

Minggu, 5 Desember 2021 | 19:00 WIB

Cegah Fanatisme Kearifan Lokal Secara Berlebihan

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:04 WIB

Aplikasi Parenting, Awasi Anak saat Gunakan Gadget

Kamis, 25 November 2021 | 16:59 WIB

Hukum Berbohong kepada Istri, Simak Penjelasannya!

Jumat, 19 November 2021 | 20:18 WIB

Peringati Maulid Nabi, DKM Ikomah Gelar Lomba Kultum

Minggu, 31 Oktober 2021 | 12:21 WIB
X