Bandung Masuk Destinasi Favorit, Ini Aturan Wisata PPKM Level 3 Selama Libur Nataru

- Rabu, 24 November 2021 | 08:00 WIB
Aturan wisata PPKM Level 3 libur Nataru. Sejumlah wisatawan mancanegara saat menikmati keindahan pantai di Jalan Pantai Batu Mejan, Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu 13 November 2021.  (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Aturan wisata PPKM Level 3 libur Nataru. Sejumlah wisatawan mancanegara saat menikmati keindahan pantai di Jalan Pantai Batu Mejan, Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu 13 November 2021. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

Berikut aturan wisata PPKM Level 3 libur Nataru yang diterapkan di Bandung dan sejumlah daerah lain.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Bandung raya masuk ke dalam daftar daerah wisata favorit bersama Bali, Bogor, Yogyakarta, Malang, Surabaya, dan Medan. Hal ini tercantum dalam 

Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) Tahun 2022.

Baca Juga: Inmendagri Soal Nataru Ditarik Kembali, Kenapa?

Inmendagri soal Nataru tersebut menjadi pedoman pengetatan pemberlakukan PPKM level 3 secara nasional, untuk mencegah lonjakan kasus pada libur Nataru. Instruksi Menteri ini mulai berlaku pada 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022.

Lalu bagaimana aturan wisata PPKM Level 3 libur Nataru?

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta, saat pergantian Tahun Baru 2022, masyarakat bisa tinggal di rumah dan berkumpul bersama keluarga. Perayaan Tahun Baru 22 di mal atau pusat perbelanjaan juga ditiadakan. Berikut lengkapnya.

  1. Menghindari kerumunan dan perjalanan, serta melakukan kegiatan di lingkungan masing-masing yang tidak berpotensi menimbulkan kerumunan, sambil melakukan antisipasi menyiapkan diri dan lingkungan dalam menghadapi potensi bencana Hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor sesuai dengan prediksi BMKG
  2. Melarang pawai dan arak-arakan tahun baru serta pelarangan acara Old and New Year baik terbuka maupun tertutup yang berpotensi menimbulkan kerumunan
  3. Menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada saat masuk (entrance) dan keluar (exit) dari mal/pusat perbelanjaan serta hanya pengunjung dengan kategori kuning dan hijau yang diperkenankan masuk
  4. Meniadakan event perayaan Nataru di Pusat Perbelanjaan dan Mal, kecuali pameran UMKM
  5. Melakukan perpanjangan jam operasional Pusat Perbelanjaan dan Mal yang semula 10.00 – 21.00 waktu setempat menjadi 09.00–22.00 waktu setempat untuk mencegah kerumunan pada jam tertentu dan melakukan pembatasan dengan jumlah pengunjung tidak melebihi 50% dari kapasitas total Pusat Perbelanjaan dan Mall serta penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat
  6. bioskop dapat dibuka dengan pembatasan kapasitas maksimal 50% dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat
  7. kegiatan makan dan minum di dalam pusat perbelanjaan/mal dapat dilakukan dengan pembatasan kapasitas maksimal 50% dengan penerapan protokol Kesehatan yang lebih ketat.

Baca Juga: Epidemiolog UI: PPKM Level 3 Nasional Saat Nataru Berlebihan

Sementara dalam destinasi wisata, Mendagri Tito Karnavian menegaskan sejumlah hal, di antaranya:

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PPKM Diperpanjang, Airlangga: Level Relatif Turun

Senin, 6 Desember 2021 | 17:26 WIB
X