Epidemiolog Ungkap 3 Faktor Pemicu Gelombang Ketiga Covid-19

- Selasa, 23 November 2021 | 18:47 WIB
Epidemiolog memperkirakan gelombang ketiga pandemi Covid-19 di Indonesia seusai libur Nataru 2022 bisa terjadi.ilustrasi (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Epidemiolog memperkirakan gelombang ketiga pandemi Covid-19 di Indonesia seusai libur Nataru 2022 bisa terjadi.ilustrasi (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, memperkirakan gelombang ketiga pandemi Covid-19 di Indonesia seusai libur Natal dan Tahun Baru atau Nataru 2022 bisa terjadi. Menurut Dicky, kemungkinan terjadinya gekombang ketiga pandemi Covid-19 karena kombinasi tiga faktor.

Menurut Dicky, gelombang ketiga pandemi Covid-19 bisa terjadi meski tingkat keseriusannya di bawah gelombang kedua.

"Namun, kita harus terus waspada dan terus amati karena kemungkinan bisa terjadi di kuartal 2022 yang dipengaruhi oleh kombinasi tiga faktor," ujarnya Dicky Budiman dinukil Republika.co.id (23/11/2021).

Baca Juga: 30 HP Samsung Terbaru 2021, Yuk Cek Daftar Harganya

Faktor pertama, dia melanjutkan, masih signifikannya populasi di Indonesia yang belum memiliki imunitas tubuh, baik karena belum divaksinasi atau belum terinfeksi virus. Kemudian faktor kedua akibat adanya kelompok masyarakat yang meski sudah divaksinasi mengalami penurunan kadar imunitasnya setelah enam bulan disuntik.

Ia meminta yang harus dicermati adalah penurunan kekebalan terjadi pada kelompok yang rawan, yaitu lanjut usia maupun yang punya penyakit penyerta (komorbid) karena kelompok ini yang lebih awal mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Faktor ketiga adalah abai dalam upaya tes, telusur, tindak lanjut (3T) dan protokol kesehatan 5M. Selain itu, ia menyoroti pelonggaran yang terlalu cepat dan tidak terkendali. Padahal, ia mengingatkan varian delta masih jadi ancaman.

"Selain itu, kita harus waspadai varian baru Covid-19 yang lainnya," ujarnya.

Baca Juga: Link Download WhatsApp GB APK 2021 dan Fitur Lengkapnya, Bisa Kirim Pesan Terjadwal

Oleh karena itu, Dicky meminta meminta agar protokol kesehatan (prokes) tetap harus dilaksanakan. Menurut dia, peran ini bukan hanya dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah, melainkan juga semua unsur dan komponen.

"Petugas keamanan dan aparat juga dibutuhkan untuk memastikannya. Ini termasuk dalam pengetatan dan pembatasan perayaaan Natal dan tahun baru (Nataru)."

Menurutnya, aparat hukum harus memantau dan ini dilakukan di banyak negara.
"Yang juga tak kalah penting adalah literasi (mengenai prokes)," katanya.

Dicky menyebutkan beberapa tip dan edukasi melaksanakan prokes menjelang libur Nataru. Pertama, usahakan orang yang beraktivitas di luar rumah pada saat Nataru saat bertemu dengan banyak orang atau keluarga sudah divaksin penuh.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PPKM Diperpanjang, Airlangga: Level Relatif Turun

Senin, 6 Desember 2021 | 17:26 WIB
X