Epidemiolog Sebut Dosis Dua Kali Suntik Vaksin Sudah tak Relevan

- Senin, 22 November 2021 | 21:30 WIB
 Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menyebut vaksinasi Covid-19 dosis lengkap dengan dua kali suntikan sudah tidak relevan lagi jika dikaitkan dengan riset yang ada saat ini. Dicky mengatakan, bahwa pencegahan maksimal terhadap penyakit Covid-19 adalah dengan tiga dosis vaksinasi. ilustrasi (Ist)
Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menyebut vaksinasi Covid-19 dosis lengkap dengan dua kali suntikan sudah tidak relevan lagi jika dikaitkan dengan riset yang ada saat ini. Dicky mengatakan, bahwa pencegahan maksimal terhadap penyakit Covid-19 adalah dengan tiga dosis vaksinasi. ilustrasi (Ist)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menyebut vaksinasi Covid-19 dosis lengkap dengan dua kali suntikan sudah tidak relevan lagi jika dikaitkan dengan riset yang ada saat ini. Dicky mengatakan, bahwa pencegahan maksimal terhadap penyakit Covid-19 adalah dengan tiga dosis vaksinasi.

Dia menerangkan, alasan diperlukannya suntikan atau dosis ketiga untuk pencegahan dari Covid-19 dikarenakan penelitian yang mengungkap bahwa sistem imunitas yang menurun dalam kurun waktu enam bulan setelah disuntikkan dua dosis vaksinasi.

"Bicara konteks sekarang dengan varian baru, menurunnya imunitas, yang disebut vaksinasi penduduk itu bukan dua kali suntik, harus tiga kali suntik. Jadi definisi vaksinasi penuh itu bukan dua kali suntik, itu sudah tidak relevan dengan riset saat ini," katanya dinukil Republika.co.id.

Baca Juga: Link Download WhatsApp GB APK 2021 dan Fitur Lengkapnya, Bisa Kirim Pesan Terjadwal

Dicky menyebut cakupan vaksinasi di Indonesia saat ini masih jauh dari target untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity).

"Yang disebut cakupan 90 persen, 85 persen, 80 persen itu yang tiga kali suntik. Artinya masih jauh, karena sekarang yang dosis dua kali pun masih mengarah 50 persen, artinya perjalanan masih panjang," katanya.

Selain dari vaksinasi, imunitas terhadap Covid-19 juga bisa didapatkan secara alami dikarenakan adanya infeksi yang terjadi di masyarakat.

Dicky mengatakan bahwa imunitas yang didapatkan dari vaksinasi dan yang muncul secara alami dari para penyintas Covid-19 masih belum cukup untuk membentuk kekebalan kelompok.

Baca Juga: 28 HP Samsung Terbaru 2021, Daftar Spesifikasi dan Harga Lengkap

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X