Viral Video 3 Perempuan Injak Alquran, Ini Tanggapan MUI

- Senin, 22 November 2021 | 18:03 WIB
Alquran; Beredar video viral yang memperlihatkan tiga perempuan menginjak Alquran untuk bersumpah. Menanggapi peristiwa ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara. (Istimewa)
Alquran; Beredar video viral yang memperlihatkan tiga perempuan menginjak Alquran untuk bersumpah. Menanggapi peristiwa ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara. (Istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Beredar video viral yang memperlihatkan tiga perempuan menginjak Alquran untuk bersumpah. Menanggapi peristiwa ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI KH Miftahul Huda mengatakan bahwa perlu diketahui terlebih dahulu apakah ketiga perempuan dalam insiden tersebut melakukan tindakan menginjak Alquran karena tidak paham bahwa hal itu tidak boleh dilakukan atau mereka lakukan karena kesengajaan. Ia menyebut bahwa jika mereka melakukan itu karena ketidaktahuan, perlu dilakukan pembinaan.

“Tapi jika atas dasar kesengajaan, maka menjadi ranah hukum karena termasuk penodaan agama,” ujar Miftahul dinukil Republika.co.id, Senin (22/11/2021).

Baca Juga: Link Download WhatsApp GB APK 2021 dan Fitur Lengkapnya, Bisa Kirim Pesan Terjadwal

Miftahul menuturkan bahwa pada Ijtima Ulama Komisi Fatwa Se Indonesia VII kemarin telah disepakati bahwa perbuatan menghina, menghujat, melecehkan dan bentuk-bentuk perbuatan lain yang merendahkan Alquran adalah termasuk kategori perbuatan penodaan, serta penistaan terhadap agama Islam.

Ia mengatakan bahwa menghina, menghujat, melecehkan dan bentuk-bentuk perbuatan lain yang merendahkan agama, keyakinan dan simbol-simbol dan atau syiar agama yang disakralkan oleh agama hukumnya Haram.

Lebih lanjut, Miftahul mengatakan terkait dengan tindakan penodaan Agama termasuk dugaan tiga perempuan menginjak Alquran untuk bersumpah, MUI merekomendasikan tiga hal sebagai berikut.

Baca Juga: Head to Head PSS Sleman vs Bhayangkara FC dan Prediksi Skor: Cek Link Live Streaming Hari Ini 18.15 WIB

Pertama, untuk menciptakan kerukunan umat beragama maka harus dilakukan komunikasi, dialog dan upaya-upaya yang dapat mewujudkan keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Artikel Terkait

Terkini

X