Cegah Lonjakan Kasus, Ini Aturan Terbaru Liburan Natal dan Tahun Baru

- Sabtu, 20 November 2021 | 18:06 WIB
[Ilustrasi] Pemerintah mengatur aturan terbaru selama periode libur Natal dan Tahun Baru untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19.  (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
[Ilustrasi] Pemerintah mengatur aturan terbaru selama periode libur Natal dan Tahun Baru untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah mengatur aturan terbaru libur Nataru atau Natal dan Tahun Baru untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19

Hingga saat ini, Indonesia memang cukup berhasil di dalam pengendalian Covid-19. Pemerintah mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang selama ini berkolaborasi dan bergotong royong dengan pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19. 

"Keberhasilan ini harus kita pertahankan karena pengendalian Covid-19 ini akan menentukan keberhasilan kita di sektor lain. Termasuk di sektor pemulihan ekonomi," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate.

Baca Juga: Link Download WhatsApp GB APK 2021 dan Fitur Lengkapnya, Bisa Kirim Pesan Terjadwal

Namun di tengah keberhasilan tersebut, Johnny mengingatkan agar masyarakat tidak euforia. Terutama saat liburan Natal dan Tahun Baru.

Menurutnya, kondisi di berbagai negara yang kembali mengalami lonjakan kasus seperti di negara-negara di Eropa harus jadi pelajaran bagi masyarakat Indonesia. Untuk itu, sebagai upaya mencegah terjadinya lonjakan kasus pemerintah menyiapkan sejumlah aturan. 

"Dalam situasi yang amat baik ini tapi mengapa diatur, agar tidak berpotensi untuk gelombang ke-3. Keberhasilan itu amat ditentukan kesadaran masyarakat," katanya. 

Johnny kembali menegaskan, tujuan aturan bukan melarang merayakan Natal dan Tahun Baru, tetapi untuk mengendalikan Covid-19 saat Natal dan Tahun Baru.

Masyarakat tetap boleh beribadah, tapi akan ada syaratnya. Boleh melakukan kegiatan Tahun Baru tapi juga ada syaratnya. Sehingga masyarakat tetap bisa merayakan hari besar yang tetap ada nanti upacara keagamaan, ada aturannya akan diatur supaya jangan sampai terjadi penularan yang besar. 

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X