Bayi Stunting di Cianjur Tembus Angka 10.000

- Minggu, 14 November 2021 | 21:00 WIB
Bayi stunting di Cianjur capai 10.000. Ilustrasi. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Bayi stunting di Cianjur capai 10.000. Ilustrasi. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Kurang lebih 10.000 bayi di Cianjur mengalami stunting terhitung 2019 hingga 2021. Bayi-bayi tersebut mengalami kekurangan gizi diduga karena tidak aktifnya pos pelayanan terpadu (posyandu) akibat pandemi.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Hj. Teni Hernawati, mengatakan, status balita stunting yang ada berdasarkan hasil bulan penimbangan bayi (BPB). Angkanya kurang lebih 10.000 untuk tahun ini

“Bayi stunting pada tahun ini ada peningkatan karena pandemi Covid-19, karena sangat berpengaruh,” tutur Teni, Minggu, 14 Nvpember 2021.

Baca Juga: Ini Pentingnya Mencegah Stunting pada Anak

Di masa pandemi Covid-19, ungkap Teni, ada pembatasan warga untuk datang ke berbagai tempat, termasuk ke Posyandu. Belum lagi, masyarakat ikut terdampak secara ekonomi sehingga sulit memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

 

“Kita sudah tahu, sejak pandemi Covid-19, secara ekonomi semua terpuruk. Bahkan ada pekerja yang dirumahkan, akhirnya berpengaruh saat memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk membeli makanan bergizi untuk bayi,” jelasnya.

Bayi yang mengalami stunting tersebar di 50 desa di Kabupaten Cianjur. Menurutnya, berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan angka atau mencegah bayi stunting di Kabupaten Cianjur.

“Kita lakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan stunting terhadap bayi, mulai dari tingkat kecamatan, desa, RW hingga RT,” ungkapnya.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Artikel Terkait

Terkini

3 Jemaah Haji Asal Jabar Meninggal Dunia

Kamis, 30 Juni 2022 | 13:59 WIB
X