Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 Pasca Libur Nataru, Pemerintah Tetapkan Kebijakan Ini

- Kamis, 4 November 2021 | 13:10 WIB
Untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga pandemi Covid-19 pasca-libur Nataru, pemerintah menyiapkan kebijakan anrisipatif.ilustrasi (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga pandemi Covid-19 pasca-libur Nataru, pemerintah menyiapkan kebijakan anrisipatif.ilustrasi (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga pandemi Covid-19 pasca-libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah telah dan akan terus memperkuat kebijakan antisipatif dengan melibatkan unsur-unsur terkait.

Masyarakat diminta berpartisipasi aktif untuk mendukung upaya tersebut dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan segera vaksinasi

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyampaikan, belajar dari lonjakan kasus yang terjadi pada libur Nataru tahun lalu, kali ini pemerintah berupaya  keras agar hal serupa tidak lagi terjadi.

Baca Juga: Bocoran Spesifikasi Oppo A95 4G, Berapa Harga HP Oppo Terbaru Ini?

"Saat ini pemerintah menyusun strategi lintas kementerian/kelembagaan untuk mengantisipasi lonjakan kasus menjelang libur akhir tahun," ungkap Johnny, Rabu (3/11/2021). 

Terkait lonjakan kasus pasca Nataru tahun lalu, melansir data dari https://covid19.go.id/ diketahui pada 1 Desember 2020 lalu, kasus konfirmasi harian tercatat sekitar 5.000 kasus. Sementara pada 30 Januari 2021 atau pasca libur Nataru, angka tersebut melonjak hingga lebih dari 14.500 kasus.  

Johnny memprediksi, periode libur panjang seperti Nataru kembali bakal meningkatkan mobilitas masyarakat. Dia menilai, pergerakan manusia dalam jumlah besar sangat berisiko menimbulkan transmisi Covid-19 bila tidak disertai perlindungan kesehatan yang ketat.  

“Peningkatan mobilitas dikhawatirkan akan memicu terjadinya lonjakan kasus seperti saat libur akhir tahun 2020. Kita tidak ingin pengalaman itu kembali terulang. Kita ketahui pula, kenaikan kasus sudah terjadi di beberapa daerah. Meskipun angka tersebut rendah tapi tentu saja butuh perhatian kita  bersama untuk berusaha mengantisipasinya,” katanya.

Untuk itu, Johnny menjelaskan, seluruh Kementerian atau Lembaga memperkuat koordinasi untuk menghadapi periode Nataru tahun ini.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X