Bahasa Sunda dan Bahasa Daerah Lain Berpotensi Tinggi Mendunia

- Jumat, 29 Oktober 2021 | 15:47 WIB
Guru Besar Nanzan University, Nagoya, Jepang, Prof Dr Mikihiro Moriyama mengatakan, bahasa Sunda berpotensi tinggi mendunia, demikian pula bahasa daerah lain di Indonesia di era globalisasi ini. (Humas Unpad/Dadan T)
Guru Besar Nanzan University, Nagoya, Jepang, Prof Dr Mikihiro Moriyama mengatakan, bahasa Sunda berpotensi tinggi mendunia, demikian pula bahasa daerah lain di Indonesia di era globalisasi ini. (Humas Unpad/Dadan T)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Guru Besar Nanzan University, Nagoya, Jepang, Prof Dr Mikihiro Moriyama mengatakan, bahasa Sunda berpotensi tinggi mendunia, demikian pula bahasa daerah lain di Indonesia di era globalisasi ini.

“Kalau kita di global, hanya menggunakan bahasa Inggris saja, tidak ada khasnya, jadi tidak menarik,” ungkap Prof Mikihiro saat menjadi pembicara pada Keurseus Budaya Sunda “Kabeungharan Basa Sunda” yang digelar Pusat Digitalisasi dan Pengembangan Budaya Sunda Universitas Padjadjaran secara virtual, Rabu, 27 Oktober 2021.

Menurutnya, ada sisi positif dari globalisasi yang kerap dianggap mempersempit eksistensi budaya lokal. Kini, kata dia, orang-orang cenderung mencari sesuatu yang khas dari setiap budaya lokal. Pemakaian bahasa di era globalisasi pun menjadi lebih beragam.

Baca Juga: Dua Kalimat Bahasa Sunda Pertama yang Dicetak dalam Aksara Latin

Bahasa Sunda dan bahasa lokal lain di Indonesia memiliki kesempatan yang sama dengan bahasa asing lainnya untuk mendunia.

Dengan upaya pengajaran yang tinggi dan konsisten, menurutnya, bahasa Sunda punya potensi yang tinggi untuk mendunia.

“Ini kesempatan baik untuk bahasa Sunda, orang Sunda wajib percaya diri dan bangga menggunakan bahasa Sunda,” ujarnya, dikutip dari web Unpad.

Baca Juga: Para Pemanjang Usia Aksara Sunda (1)

Berdasarkan hasil penelitian Prof Mikihiro Moriyama, ada keunikan yang ditemukan dari bahasa Sunda. Bahasa Sunda tidak bisa dipisahkan dengan budayanya. Hal ini menjadi ciri khas dari orang Sunda dibandingkan dengan etnis lain di Indonesia.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perpustakaan di Pelosok Cicalengka Ini Dirintis Remaja

Minggu, 5 Desember 2021 | 19:00 WIB

Cegah Fanatisme Kearifan Lokal Secara Berlebihan

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:04 WIB

Aplikasi Parenting, Awasi Anak saat Gunakan Gadget

Kamis, 25 November 2021 | 16:59 WIB

Hukum Berbohong kepada Istri, Simak Penjelasannya!

Jumat, 19 November 2021 | 20:18 WIB

Peringati Maulid Nabi, DKM Ikomah Gelar Lomba Kultum

Minggu, 31 Oktober 2021 | 12:21 WIB
X