Fakta Seputar Lagu Indonesia Raya. Betulkah Dinyanyikan Pertama Kali Saat Sumpah Pemuda?

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 16:08 WIB
Fakta seputar lagu Indonesia Raya. Lirik lagu Indonesia ciptaan Wage Rudolf Supratman. Lirik yang instumentalianya dibawakan saat Sumpah Pemuda ini merupakan cikal bakal lagu “Indonesia Raya”. (buku Sejarah Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, B Sularto)
Fakta seputar lagu Indonesia Raya. Lirik lagu Indonesia ciptaan Wage Rudolf Supratman. Lirik yang instumentalianya dibawakan saat Sumpah Pemuda ini merupakan cikal bakal lagu “Indonesia Raya”. (buku Sejarah Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, B Sularto)

Banyak yang percaya bahwa lagu “Indonesia Raya” dinyanyikan untuk pertama kalinya saat Kongres Pemuda II yang melahirkan ikrar Sumpah Pemuda. Betulkah informasi itu? Berikut adalah fakta seputar lagu Indonesia Raya.

Apakah lagu “Indonesia Raya” dinyanyikan untuk pertama kalinya saat Sumpah Pemuda?

Jawabannya, bukan. Sebelum dibawakan di puncak acara kongres, lagu “Indonesia” sudah diperdengarkan dan dinyanyikan para pandu di Jakarta. Para pandu itu mendapat lirik berikut not balok dan not angkanya secara beranting, dari satu tangan ke tangan lainnya.

Sementara itu, saat Kongres Pemuda II itu Wage Rudolf Supratman juga tak menyanyikan lagu “Indonesia Raya”. Dia hanya memainkan instumentalianya dengan menggunakan biolanya.

Ceritanya begini. WR Supratman (9 Maret 1903-17 Agustus 1938) sebagai pencipta lagu “Indonesia Raya” adalah sosok serbabisa. Dia pernah menjadi guru, juru tulis, musisi, pencipta lagu, wartawan, dan pengarang. Keahliannya bermain biola diperoleh dari kakak iparnya yang Indo-Belanda WM van Eldik dan kakak sulungnya Rukiyem. WR Supratman pernah bergabung dalam kelompok Black White Jazz Band.

Baca Juga: Lirik Lagu Indonesia Raya dan Sejarah Panjangnya

Sebagai wartawan, kariernya mula-mula sebagai reporter di koran Kaum Muda di Bandung, editor di Alpena (Algemene Pers Niews Agency), kantor berita milik Parada Harahap, dan reporter koran Cina-Melayu Sin Po. WR Supratman juga menulis roman Perawan Desa, Darah Muda, dan Kaum Fanatik yang jejaknya sulit dilacak.

Saat menjadi reporter Sin Po itulah WR Supratman hadir pada saat Kongres Pemuda I tahun 1926. Terpukau oleh semangat persatuan yang mengemuka dalam kongres, WR Supratman tergelitik untuk menciptakan lagu kebangsaan. Niat itu disampaikan Supratman kepada Muhammad Tabrani yang juga ketua kongres pemuda pertama itu.

“Mas Tabrani, saya terharu kepada semua pidato yang diungkapkan dalam Kongres Pemuda Indonesia Pertama. Teristimewa pidato Mas Tabrani dan Sumarto. Dan cita-cita satu nusa, satu bangsa yang digelari Indonesia Raya itu, saya akan buat. Dan namanya: Indonesia Raya," kata Supratman kepada Tabrani seperti ditulis Bambang Sularto di buku Wage Rudolf Supratman.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PPKM Diperpanjang, Airlangga: Level Relatif Turun

Senin, 6 Desember 2021 | 17:26 WIB
X