Peran Strategis Petani Swadaya bagi Sawit Berkelanjutan Indonesia

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 04:49 WIB
Petani swadaya memiliki posisi strategis di peta perkebunan sawit Indonesia. Sederet persoalan perlu segera dibenahi untuk memaksimalkan perannya.
Petani swadaya memiliki posisi strategis di peta perkebunan sawit Indonesia. Sederet persoalan perlu segera dibenahi untuk memaksimalkan perannya.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Petani swadaya memiliki posisi strategis di peta perkebunan sawit Indonesia. Sederet persoalan perlu segera dibenahi untuk memaksimalkan perannya.

Indonesia merupakan produsen crude palm oil (CPO) terbesar di dunia.

Sebanyak 41 persen lahan perkebunan sawit di Tanah Air dikelola oleh petani swadaya yang tersebar di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Papua Barat.

Baca Juga: Minim Perlindungan, TKI Asal KBB Ditipu Lalu Jadi Buruh Sawit

Jumlah ini menjadikan petani swadaya memiliki posisi strategis dalam menjamin pasokan minyak sawit Indonesia secara berkelanjutan.

Namun, terdapat pekerjaan rumah yang perlu segera dibenahi untuk memaksimalkan peran petani swadaya.

Direktur Penghimpunan Dana BPDPKS Ir Sunari dalam webinar Katadata bertajuk Sustainable Oil Palm Plantation for Independent Smallholders, Senin, 25 Oktober 2021, menyebutkan sederet persoalan. Mulai dari produktivitas yang rendah, keterampilan bertani yang perlu ditingkatkan, kualitas benih kurang baik, juga sarana dan prasarana yang masih minim.

Baca Juga: 5 Khasiat Minyak Zaitun untuk Wajah, Bikin Awet Muda!

“Untuk itu, kami mendorong peremajaan sawit untuk kebun dengan usia pohon yang sudah tidak produktif dan memberikan bibit sawit berkualitas untuk meningkatkan mutu dan produktivitas,” kata Sunari.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PPKM Diperpanjang, Airlangga: Level Relatif Turun

Senin, 6 Desember 2021 | 17:26 WIB
X