Aksara Kawi Akan Rilis di Tabel Unicode Tahun 2022

- Senin, 25 Oktober 2021 | 09:21 WIB
Aksara Kawi akan rilis di tabel Unicode tahun 2022. Pengusung proposal Unicode Aksara Kawi Aditya Bayu Perdana dan Ilham Nurwansah. (PANDI)
Aksara Kawi akan rilis di tabel Unicode tahun 2022. Pengusung proposal Unicode Aksara Kawi Aditya Bayu Perdana dan Ilham Nurwansah. (PANDI)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM Aksara Kawi diperkirakan rilis ke dalam tabel Unicode pada pertengahan tahun 2022. Hal ini tidak lepas dari peranan pengusung proposal Unicode Aksara Kawi Ilham Nurwansah dan Aditya Bayu Perdana.

Menurut Ilham Nurwansah, Aksara Kawi sebelumnya telah didaftarkan kepada Unicode oleh seorang pria berkebangsaan India bernama Anshuman Pandey. Namun, menurut Ilham, Aksara Kawi yang didaftarkan ke Unicode belum lengkap karena Pandey kekurangan referensi untuk penelitian.

Baca Juga: Dua Kalimat Bahasa Sunda Pertama yang Dicetak dalam Aksara Latin

“Pengajuan Aksara Kawi sebelumnya pernah didaftarkan oleh Anshuman Pandey pada tahun 2012, yaitu Preliminary Proposal to Encode the Kawi Script. Namun Aksara Kawi yang sudah terdaftar belum lengkap dan harus diperbaharui kembali,” ungkap Ilham yang juga merupakan konsultan PANDI dalam program Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara (MIMDAN).

Ilham menambahkan bahwa dia dan rekannya Aditya Bayu Perdana memperbaharui dan mengajukan kembali proposal Aksara Kawi ke Unicode pada September 2020. Setelah pengajuan tersebut, Unicode merespons dan memberikan evaluasi dan catatan lalu revisi proposalnya dikirimkan kembali oleh keduanya pada Desember 2020.

Baca Juga: Para Pemanjang Usia Aksara Sunda (1)

Pengusul aksara Kawi ke Unicode, Aditya Bayu Perdana, mengatakan, Unicode telah merespons secara tertulis dan secara intens melakukan rapat dengan Script Ad Hoc Unicode beberapa kali.

“Berdasarkan beberapa pertemuan Script Ad Hoc yang saya dan Ilham ikuti, beberapa proposal aksara Kawi sudah diusulkan dan diterima oleh Unicode, telah diterima dan direncanakan akan diterbitkan pada Unicode versi 15.0, berdasarkan dokumen Unicode Technical Committee (UTC),” tutur Aditya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Bidang Pengembangan usaha, Pemasaran dan Kerjasama PANDI, Heru Nugroho menyambut antusias kabar tersebut. Ia mengungkapkan pada akhirnya ada sosok anak muda asli Indonesia yang bisa mendaftarkan Aksara Nusantara ke Unicode. Adapun Aksara Nusantara yang sudah masuk ke tabel Unicode sebelumnya ialah Aksara Jawa, Sunda, Bali, Batak, Rejang, dan Lontaraq, yang seluruh pengusul aksara yang sudah masuk unicode tersebut adalah peneliti Asing, meskipun secara teknis, banyak dibantu pegiat atau akademisi dari Indonesia.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tes PPPK Guru Tahap 2 Diundur?

Kamis, 2 Desember 2021 | 10:24 WIB

Cegah Omicron, Indonesia Larang WN dari Hong Kong

Senin, 29 November 2021 | 15:46 WIB
X