Kisruh LIPI vs Pemkab Cianjur Soal Kebun Raya Cibodas Semakin Meruncing

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 17:15 WIB
Pengunjung Kebun Raya Cibodas menikmati wisata alam.
Pengunjung Kebun Raya Cibodas menikmati wisata alam.

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM — Kisruh pengelola wisata alam Kebun Raya Cibodas (KRC) dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur kian meruncing, bahkan diindikasikan akan memutuskan kerja sama kalau tidak titik temu.

Kekisruhan antara Pemkab Cianjur dengan LIPI selaku pengelola Kebun Raya Cibodas ini berawal saat adanya pemungutan K-3 oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur di gerbang utama kawasan wisata Cibodas.

Saat bersamaan, LIPI yang menyerahkan pengelolaan wisata kepada pihak ketiga dalam hal ini PT Mitra Natuna Raya (MNR) juga menaikkan tiket masuk.

Kenaikan harga tiket masuk ke kawasan wisata Kebun Raya Cibodas per 19 Mei 2021 sesuai dengan Perpres No 26 tahun 2021. Dalam Perpres ini ditetapkan tarif tiket masuk Kebun Raya Cibodas pada hari biasa sebesar Rp15 ribu per orang, sedangkan weekend atau hari libur Rp25 ribu per orang.

Karena kita sudah ada komitmen dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur, ada pajak retribusi sebesar Rp7000 per orang, lalu ditambah asuransi Rp500 per orang. Dijumlahkan dengan Perpres, maka hari biasa itu Rp22.500 dan weekend Rp 32.500.

Setelah tiga bulan berjalan, terjadi penurunan pengunjung yang cukup drastis. Upaya meningkatkan kunjungan ke Kebun Raya Cibodas dengan menghilangkan retribusi pajak yang masuk ke Pemkab Cianjur sebesar Rp7000 sudah berjalan kurang lebih dua bulan.

Menurut keterangan dari Disparpora Cianjur, menghilangkan retribusi pajak yang masuk ke Pemkab Cianjur dari tiket ke Kebun Raya Cibodas karena sudah ada penarikan retribusi K-3 di gerbang utama ke kawasan wisata Cibodas oleh Dinas Lingkingan Hidup.

Pemerintah Kabupaten Cianjur tidak terima dengan keputusan sepihak LIPI dengan menghilanglan hak pemerintah daerah dalam bentuk retribusi pajak pada tiket masuk ke Kebun Raya Cibodas.

Hingga kini, pihak LIPI dengan Pemkab Cianjur  belum menemukan solusi dari kekisruhan ini. Bahkan Komisi B DPRD Cianjur mencoba memediasi, tapi saat diundang tidak datang.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

Cianjur Kekurangan Ratusan Guru dan Nakes

Senin, 29 November 2021 | 19:35 WIB

4 Tuntutan Lengkap Demo Buruh di Gedung Sate

Senin, 29 November 2021 | 15:30 WIB

Ketua PWI Jabar Hadiri Konferensi Wilayah PWI Karawang

Sabtu, 27 November 2021 | 18:34 WIB

72 Kepala Sekolah SMP Cianjur Dirotasi

Jumat, 26 November 2021 | 12:29 WIB
X