Tata Cara Niat hingga Doa Sesudah Wudhu, Latin dan Terjemahan

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 11:09 WIB
Berikut tata cara wudhu, niat wudhu, hingga doa sesudah wudhu lengkap dengan latin dan terjemahan. Berwudhu itu hukumnya wajib ketika seorang Muslim hendak melaksanakan salat, thawaf, dan juga menyentuh dan membaca kitab suci Alquran. (Pixabay)
Berikut tata cara wudhu, niat wudhu, hingga doa sesudah wudhu lengkap dengan latin dan terjemahan. Berwudhu itu hukumnya wajib ketika seorang Muslim hendak melaksanakan salat, thawaf, dan juga menyentuh dan membaca kitab suci Alquran. (Pixabay)

"Nawaitul wudhuu-a liraf'll hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta'aalaa".

Artinya: "Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardu karena Allah".

Baca Juga: Spesifikasi dan Harga Redmi Note 11 Pro 5G, Ini Bocoran Tanggal Rilisnya!

doa sesudah wudhu

Sementara itu, setelah selesai berwudhu ada juga  doa sesudah wudhu yang patut dibacakan. Dari ‘Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang berwudhu dengan memperbagus wudhunya lalu ia mengucapkan".

"ASY-HADU ALLA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKALAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHU WA ROSULUH, ALLOHUMMAJ’ALNII MINATTAWWAABIINA WAJ’ALNII MINAL MUTATHOHHIRIIN".

Artinya: "Aku bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku hamba yang bertaubat dan jadikanlah aku sebagai orang yang bersuci), dengan ia membacanya melainkan akan dibukakan baginya delapan pintu surga, ia akan masuk lewat pintu mana saja yang ia mau" (HR. Tirmidzi).

Selain itu, ada juga doa sesudah wudhu lain yang diajarkan untuk dibaca, yaitu:

"SUBHANAKALLOHUMMA WA BIHAMDIKA, ASY-HADU ALLA ILAAHA ILLA ANTA, ASTAGH-FIRUKA WA ATUUBU ILAIK".

Artinya: "Maha Suci Engkau Ya Allah dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau, aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu" (HR. An-Nasai dalam ‘Amal Al-Yaum wa Al-Lailah, dan lihat Irwa’ Al-Ghalil).

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puasa Wajib Pertama Kali Diperintahkan Kapan?

Jumat, 24 Juni 2022 | 10:49 WIB
X