Satgas Covid-19 Ungkap Alasan Tes PCR Jadi Syarat Wajib Perjalanan Udara

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:36 WIB
Ilustrasi tes PCR; Satgas Covid-19 mengungkapan alasan hasil tes PCR jadi syarat wajib perjalanan udara untuk daerah Jawa-Bali. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Ilustrasi tes PCR; Satgas Covid-19 mengungkapan alasan hasil tes PCR jadi syarat wajib perjalanan udara untuk daerah Jawa-Bali. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Satgas Covid-19 mengungkapan alasan hasil tes PCR jadi syarat wajib perjalanan udara untuk daerah Jawa-Bali.

Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 17 Tahun 2021, terkait ketentuan perjalanan dalam negeri pada masa pandemi.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito menjelaskan, untuk melakukan perjalanan lewat moda transportasi udara, masyarakat wajib menunjukkan dua dokumen. Pertama kartu vaksin dosis pertama, dan surat keterangan hasil negatif tes PCR.

Baca Juga: 4 Cara Menurunkan Gula Darah Tinggi Setelah Makan, Tak  Perlu Mahal!

"Surat keterangan hasil negatif tes PCR ini yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan,” kata Wiku, Kamis (21/10/2021).

Selain itu, Wiku menyampaikan, metode tes PCR ini diberlakukan di kawasan Jawa-Bali dan non Jawa-Bali level 3 dan 4. Tes PCR ini kembali diwajibkan mengingat sudah tidak menerapkan seat distancing dengan kapasitas penuh.

"Ini merupakan bagian dari uji coba pelonggaran mobilitas, demi pemulihan ekonomi di tengah kondisi kasus yang cukup terkendali,” ungkapnya.

Baca Juga: 23 Daftar HP Samsung Murah Terbaru dan Terbaik 2021

Wiku mengatakan, metode tes PCR yang merupakan metode testing gold standard. Metode ini disebut lebih sensitif dibanding Rapid Antigen dalam menjaring hasil positif/negatif.

Wiku berharap, hal ini dapat mengisi celah penularan yang mungkin saja ada. Karenanya, untuk mengoptimalisasi cegah penularan, pihak maskapai udara perlu perlu menyiapkan tiga row untuk dikosongkan.

“Pencegahan lewat pemisahan tersebut, ini dilakukan jika ditemukan pelaku yang bergejala saat melakukan perjalanan,” lanjutnya.

Baca Juga: 26 Daftar Harga HP Oppo Terbaru dan Terbaik Oktober 2021

Selain peraturan lewat transportasi udara, Wiku menegaskan, peraturan ini juga perlu diberlakukan lewat moda laut dan darat, baik pada kendaraan umum, pribadi, hingga moda kereta api antar kota.

“(Syarat perjalanan) ini juga wajib menunjukkan dua dokumen, yaitu kartu vaksin dosis pertama, dan surat keterangan hasil negatif PCR,” ungkapnya.

Halaman:
1
2

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polisi Selidiki Aktor Bentrokan Double O Sorong

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:54 WIB

19 Orang Meninggal dalam Bentrok di Double O Sorong

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:53 WIB

Sekolah Induk Jadi Prioritas di PPPK Tahap 3?

Selasa, 25 Januari 2022 | 11:00 WIB
X