Ciri-Ciri Pantun, Struktur, Jenis, dan Contohnya

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 14:14 WIB
[Ilustrasi buku pantun] Ciri-ciri pantun mudah dikenali dari struktur kalimatnya, sebab pantun sendiri memiliki aturan pada tiap baris dan baitnya. (Pixabay/Yuri_B)
[Ilustrasi buku pantun] Ciri-ciri pantun mudah dikenali dari struktur kalimatnya, sebab pantun sendiri memiliki aturan pada tiap baris dan baitnya. (Pixabay/Yuri_B)
 
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Ciri-ciri pantun mudah dikenali dari struktur kalimatnya, sebab pantun sendiri memiliki aturan pada tiap baris dan baitnya.
 
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pantun adalah bentuk puisi Indonesia (Melayu), tiap bait (kuplet) biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b), tiap larik biasanya terdiri atas empat kata, baris pertama dan baris kedua biasanya untuk tumpuan (sampiran) saja dan baris ketiga dan keempat merupakan isi.


Menurut KBBI pantun adalah bentuk puisi Indonesia (Melayu) yang tiap bait (kuplet) biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b), tiap larik biasanya terdiri atas empat kata, baris pertama dan baris kedua biasanya untuk tumpuan (sampiran) saja dan baris ketiga dan keempat merupakan isi.

Ciri-ciri pantun mudah dipahami sehingga nantinya pembuatan pantun pun bisa lebih bermakna pada setiap kalimatnya.

Dikutip dari kemdikbud.go.id, bagi komunitas Melayu, syair dalam pantun  memiliki peran penting sebagai instrumen komunikasi antarsosial, bimbingan moral yang menekankan pada keseimbangan, harmoni, dan fleksibilitas hubungan serta interaksi antarmanusia. Hari ini, tidak hanya sebagai identitas Melayu, Pantun juga telah menjadi media pendukung dalam pemberdayaan ekonomi kreatif.

Disadur dari buku EYD dan Pedoman Pembentukan Istilah Dalam Bahasa Indonesia oleh E. Waridah, pantun memiliki ciri-ciri khas tersendiri yang tidak dapat diubah. Jika diubah, maka nantinya akan menjadi puisi lama, seperti seloka, gurindam, dan lainnya.

Baca Juga: Terkenal Lewat Pantun 'Masak Air' Ini Perjalanan Karier Sapri Pesbukers

Berikut ciri-ciri pantun:
1. Tiap bait terdiri dari empat baris (larik)
2. Tiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata
3. Rima akhir setiap baris adalah a-b-a-b
4. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran
5. Baris ketiga dan keempat merupakan isi

 
Struktur pantun
 
1. Sampiran
Sampiran terletak pada baris kesatu dan kedua. Fungsi sampiran adalah untuk membentuk rima dan hanya sebagai sandaran saja. Meski tak ada kaitannya dengan isi pantun, tapi terkadang sampiran memiliki hubungan dengan bagian isi.
 
2. Isi
Isi berada pada baris ketiga dan keempat. Isi merupakan tujuan dan maksud dari pantun dibuat.
 
 
Jenis-jenis Pantun dan Contohnya
Jenis-jenis pantun bisa dilihat dari isi pesan yang disampaikan. Berikut beberapa jenis pantun beserta contohnya:
 
1. Pantun biasa

Sebagaimana definisi pantun menurut KBBI. Pantun ini berisikan empat baris terdiri dari sajak a-b-a-b.

2. Pantun Karmina
Pantun ini terdiri dari dua baris saja. Baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua adalah isi.  Pantun ini bersajak a-a.

3. Pantun Talibun
Terdiri dari enam baris. Baris pertama sampai ketiga adalah sampiran, dan baris keempat hingga keenam adalah isi pantun. 

Namun, selain ketiga jenis pantun di atas, pengelompokan jenis pantun juga berdasarkan rentang usia, mulai anak-anak, remaja, orang tua.
 
Tak hanya itu, terdapat jenis pantun lainnya, seperti pantun teka-teki, jenaka, dan lain-lain. Berikut contohnya
 
4. Pantun teka-teki
Pantun ini berisikan teka-teki atau tebakan dengan tujuan untuk, diterka atau ditebak jawabannya. Contohnya:

Bila tuan muda teruna,
pakai seluar dengan gayanya.
Kalau tuan bijak laksana,
biji di luar apa buahnya?


5. Pantun jenaka
Pantun ini berisikan kalimat-kalimat lucu yang bertujuan untuk menghibur. Contohnya:

Limau purut di tepi rawa,
buah dilanting belum masak.
Sakit perut sebab tertawa,
melihat kucing duduk berbedak.


6. Pantun nasihat
Pantun ini bermaksud untuk mengingatkan atau menganjurkan kepada hal-hal yang baik. Contohnya:

Lari-lari ke sekolah membawa buku,
Lantas ditaruh di atas meja.
Rajinlah belajar wahai anakku,
Agar kelak jadi orang yang berguna.


7. Pantun anak-anak
Berisikan suka ataupun duka ketika masih anak-anak. Contohnya:

Burung dara terbang di udara,
Burung gelatik hinggap di taman.
Senang hatiku tiada tara,
Bisa bermain bersama teman-teman.


8. Pantun muda-mudi
Kehidupan muda-mudi dari mulai percintaan hingga persoalan kehidupan. Contohnya:

Lampu menyala terang benderang,
Saat dipadamkan jadi gelap gulita.
Tak sadar melamun hingga petang,
Merindukan dirimu wahai adinda.


Demikian informasi mengenai ciri-ciri pantun, struktur, jenis dan contohnya. [*]
 

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perpustakaan di Pelosok Cicalengka Ini Dirintis Remaja

Minggu, 5 Desember 2021 | 19:00 WIB

Cegah Fanatisme Kearifan Lokal Secara Berlebihan

Kamis, 2 Desember 2021 | 14:04 WIB

Aplikasi Parenting, Awasi Anak saat Gunakan Gadget

Kamis, 25 November 2021 | 16:59 WIB

Hukum Berbohong kepada Istri, Simak Penjelasannya!

Jumat, 19 November 2021 | 20:18 WIB

Peringati Maulid Nabi, DKM Ikomah Gelar Lomba Kultum

Minggu, 31 Oktober 2021 | 12:21 WIB
X