Gelombang Ketiga Covid-19 Indonesia Diprediksi di Februari 2022

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 22:00 WIB
Gelombang ketiga Covid-19 diprediksi di Februari 2022. Ilustrasi. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Gelombang ketiga Covid-19 diprediksi di Februari 2022. Ilustrasi. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

“Namun sudah waktunya endemi. Semoga tahun depan bukan gelombang ketiga, namun endemi. Artinya hanya ada di satu daerah, di provinsi kemudian nanti hilang, kemudian muncul lagi di tempat lain. Itu harapan dan doa kita agar pandemi yang ketiga, gelombang ketiga ini tidak muncul, namun semoga menjadi endemi,” lanjut Zubairi.

Baca Juga: Antisipasi Penyebaran Covid-19 saat Pilkades Serentak, Lakukan Hal Ini!

Artinya, sambung Zubairi, banyak faktor memengaruhi. Di antaranya strategi dan manajemen pandemi.

Dikonfirmasi terpisah, Epidemiolog dari Universitas Diponegoro Semarang Ari Udijono tak memungkiri adanya potensi penularan Covid-19 yang cukup tinggi pada perayaan Natal dan Tahun Baru. Sehingga, banyak yang memprediksi gelombang ketiga akan terjadi pada akhir tahun.

"Menurut pendapat saya pribadi, melihat masyarakat, seperti ada trauma, ada keinginan jangan sampai meningkat karena tidak mau lagi pengetatan ketika kasus yang sangat tinggi lagi," ujarnya.

Namun, ia berharap hal itu tidak terjadi, karena bila gelombang ketiga terjadi, maka proyeksi untuk melandaikan di tahun 2022 akan lebih rumit. Oleh karenanya, pendekatan secara agamis dapat dilakukan, pemerintah dan masyarakat juga tidak boleh abai meskipun angka kasus Covid-19 telah melandai.

"Untuk itu, pemerintah diharapkan dapat memperketat peraturan guna menekan terjadinya penularan virus," kata dia.

Masyarakat juga harus terus diedukasi agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas. Dengan begitu, lonjakan kasus Covid-19 yang diprediksi akan terjadi pascalibur panjang akhir tahun dapat diantisipasi.

"Kekuatan pemerintah adalah pada peraturan. Sehingga saya yakin akan bisa dikendalikan walaupun nanti akan naik kemudian turun lagi. Jadi gelombang (lonjakan) itu akan seperti riak-riak saja. Andaikan naik itupun tidak setinggi bulan Juli lalu," ungkap Ari.

Baca Juga: 12 Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Bandung Tangani Nol Pasien

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X