Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Gencarkan Edukasi Pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 15:13 WIB
Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Gencarkan Edukasi Pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun (Ist)
Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Gencarkan Edukasi Pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun (Ist)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- PBB telah menetapkan setiap tanggal 15 Oktober sebagai Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPSS). Terkait hal ini, pemerintah Indonesia bersama mitra terkait telah berkolaborasi dalam membudayakan praktik cuci tangan pakai sabun (CTPS) di kalangan masyarakat luas.

Plt Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemkes), Kartini Rustandi mengatakan, CTPS merupakan pintu masuk sebagai pelaksanaan pilar-pilar lain dari sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). Untuk itu, diharapkan perilaku CTPS dapat membudaya di sekolah, rumah tangga, pondok pesantren, bandara, pelabuhan, terminal, tempat ibadah, tempat wisata, hotel, dan fasilitas umum dapat berjalan baik.

Baca Juga: 6 Tips Aman Pesan Makanan Lewat Ojol, Cuci Tangan yang Utama 

"Masa depan kita ada di tangan kita. Mari aksi bersama untuk membuat CTPS menjadi nyata bagi semua. CTPS budaya kita semua," kata Kartini dalam Talkshow Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia dengan tema Aksi Bersama Membuat Cuci Tangan Pakai Sabun Nyata Bagi Semua, Jumat 15 Oktober 2021.

Aksi tersebut juga didukung oleh para kepala daerah di berbagai wilayah di Indonesia. Wali Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sulkarnain Kadir menuturkan, program CTPS membantu pemerintah kota Kendari untuk mewujudkan visi sebagai kota layak huni dari sisi kesehatan. Pandemi Covid-19 yang terjadi menjadi momentum perubahan perilaku masyarakat, yaitu cuci tangan untuk menghindari penularan Covid-19.

"Kami terbantu dengan program CTPS. Ditambah momentum pandemi. Langkah yang kami lakukan dengan mengeluarkan instruksi agar seluruh jajaran pemerintah hingga tingkat rukun tetangga (RT) untuk menjadikan program CTPS diterapkan di masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, hal positif dari perubahan perilaku cuci tangan di masyarakat, Kendari kini dalam status zona hijau Covid-19. Dampak lain dari CTPS yang merupakan bagian dari gerakan masyarakat hidup sehat (Germas), angka stunting di Kendari yang pada 2015 sebesar 15,2 persen, tahun ini menjadi 5,6 persen.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman menjelaskan, perilaku cuci tangan sudah menjadi hal biasa di masyarakat Banda Aceh yang memberlakukan syariat Islam. Pemerintah kota Banda Aceh juga selalu melakukan sosialisasi CTPS di lingkungan perkantoran, rumah, dan ruang publik lainnya dengan mengingatkan masyarakar bahwa CTPS dapat mengurangi penyebaran virus Covid-19.

Direktur Kesehatan Gizi dan Masyarakat Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali menyatakan, program CTPS momentum yang baik saat pandemi Covid-19. Perilaku CTPS merupakan pencegahan efektif untuk mencegah berbagai jenis penyakit terutama penyakit menular di masa pandemi Covid-19.

Halaman:

Editor: Nur Khansa Ranawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cegah Omicron, Indonesia Larang WN dari Hong Kong

Senin, 29 November 2021 | 15:46 WIB

Akhirnya, Toilet SPBU Gratis!

Sabtu, 27 November 2021 | 12:30 WIB

20 Link Twibbon Hari Menanam Pohon Indonesia 2021

Jumat, 26 November 2021 | 20:08 WIB
X