11 Jenis Kekerasan Seksual terhadap Perempuan di Indonesia

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 17:00 WIB
Ada 11 jenis kekerasan seksual terhadap perempuan di tahun 2020. Menurut data Komnas Perempuan, provinsi DKI berada di posisi pertama. (Pixabay)
Ada 11 jenis kekerasan seksual terhadap perempuan di tahun 2020. Menurut data Komnas Perempuan, provinsi DKI berada di posisi pertama. (Pixabay)

Ada 11 jenis kekerasan seksual terhadap perempuan di tahun 2020. Menurut data Komnas Perempuan, Provinsi DKI Jakarta berada di posisi pertama dalam hal ini.

 
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Komisi Nasional Anti Kekerasan (Komnas) terhadap Perempuan mencatat 11 jenis kekerasan seksual terhadap perempuan di tahun 2020.
 
Hal itu dilaporkan Komnas Perempuan dalam Perempuan Dalam Himpitan Pandemi: Lonjakan Kekerasan Seksual, Kekerasan Siber, Perkawinan Anak dan Keterbatasan Penanganan di Tengah Covid-19. Laporan ini terbit pada 5 Maret 2021.
 
11 jenis kekerasan seksual terhadap perempuan di tahun 2020 ini beragam, mulai dari pencabulan hingga pemaksaan aborsi.
 
Dalam laporan itu juga tercatat, Komnas Perempuan mendapat aduan kasus kekerasan terhadap perempuan (KTP) sebanyak 299.911 kasus. Jumlah ini didapat dari tiga sumber, antara lain:
 
1. Dari PN/Pengadilan Agama sejumlah 291.677 kasus.
2. dari Lembaga layanan mitra Komnas Perempuan sejumlah 8.234 kasus;
3. dari Unit Pelayanan dan Rujukan (UPR), satu unit yang sengaja dibentuk oleh Komnas Perempuan, untuk menerima pengaduan langsung korban, sebanyak 2.389 kasus, dengan catatan 2.134 kasus merupakan kasus berbasis gender dan 255 kasus lainnya adalah kasus tidak berbasis gender atau memberikan informasi. 
 
Merujuk pada data dari Lembaga layanan/formulir pendataan Komnas Perempuan (8.234 kasus) jenis kekerasan terhadap perempuan yang paling menonjol adalah di ranah pribadi atau privat, yaitu KDRT dan relasi personal.
 
Kekerasan itu sebanyak 79 persen (6.480 kasus). Jumlah tersebut terdiri dari kekerasan terhadap istri (KTI) dengan 3.221 kasus (49 persen), disusul kekerasan dalam pacaran 1.309 kasus (20 persen).
 
Posisi ketiga adalah kekerasan terhadap anak perempuan sebanyak 954 kasus (14 persen), sisanya adalah kekerasan oleh mantan suami, mantan pacar, serta kekerasan terhadap pekerja rumah tangga. 
 
Demikian pula angka kasus kekerasan berbasis gender siber (ruang online/daring) atau disingkat KBGS. Kekerasaan ini mengalami kenaikan pada 2020 dari 2019, baik dari pelaporan langsung kepada Komnas Perempuan maupun dari laporan Lembaga Layanan.
 
Kekerasan Seksual dalam Ranah Personal/Privat

Jenis kekerasan seksual dalam ranah personal/privat ini, Komnas Perempuan mengacu pada  definisi KUHP (yang dilaporkan ke lembaga layanan terutama pemerintah seperti kepolisian), dan terminologi yang digunakan oleh lembaga layanan non pemerintah serta Komnas Perempuan, dengan spektrum pola kekerasan seksual meluas sampai ke ranah perkawinan dan siber.
 
Setidaknya terdapat 11 jenis kekerasan seksual terhadap perempuan di tahun 2020. Jumlah kekerasan ini adalah 1.983 kasus. Berikut penjabarannya:
 
1. Pencabulan dengan 412 kasus
2. KBGS atau kekerasan berbasis gender siber (ruang online/daring) sebanyak 329 kasus
3. Kekerasan seksual lain dengan 321 kasus
4. Perkosaan sebanyak 309 kasus
5. Pelecehan seksual berjumlah 220 kasus
6. Inces dengan 215 kasus
7. Eksploitasi seksual 70 kasus
8. Marital rape dengan 57 kasus
9. Percobaan perkosaan 26 kasus
10. Persetubuhan 15 kasus
11. Pemaksaan aborsi 9 kasus
 
Provinsi DKI Tempati Posisi Teratas Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan
 
Terdapat delapan Provinsi di Indonesia dengan kasus tertinggi kekerasan seksual terhadap perempuan.
 
Kasus tertinggi diduduki oleh DKI Jakarta (2.461 kasus), disusul Jawa Barat (sebanyak 1.011 kasus) lalu Jawa Timur (687 kasus). 
 
Kasus di DKI Jakarta mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu 2.222 kasus.
 
Berikut delapan provinsi di Indonesia dengan kasus tertinggi kekerasan seksual terhadap perempuan
 
1. DKI Jakarta dengan 2.461 kasus. 2.052 pada ranah personal, 392 pada ranah komunitas dan 17 pada ranah Negara.
2. Jawa Barat berjumlah 1.011 kasus dengan 773 pada ranah personal, 236 pada ranah komunitas, dan 2 pada ranah Negara
3. Jawa Timur 687 kasus dengan 457 ranah personal dan 230 pada ranah komunitas
4. Bali 612 kasus dengan 499 pada ranah personal dan 113 ranah komunitas
5. Jawa Tengah 409 kasus dengan 313 pada ranah personal, 95 pada ranah komunitas dan 1 pada ranah Negara
6. NTT 342 kasus dengan 295 ranah personal, 45 ranah komunitas dan 1 pada ranah Negara 
7. Banten 332 kasus terdiri dari 249 ranah personal dan 83 ranah komunitas
8. DIY 263 kasus terdiri dari 254 ranah personal dan 9 ranah komunitas
 
Dalam mengumpulkan data, Komnas Perempuan melakukan beberapa cara antara lain:
 
1. Bekerja sama dengan Badan Peradilan Agama atau BADILAG
 
BADILAG memiliki data lengkap tentang angka perceraian dan telah melakukan kategorisasi penyebab perceraian berdasarkan UU Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam.

2. Mengirim Formulir Kuesioner
 
Mengirimkan formulir kuesioner dalam dua format yaitu google form dan dalam format word. Formulir ini perlu diisi oleh lembaga-lembaga yang menangani perempuan korban kekerasan baik pemerintah maupun organisasi masyarakat sipil. Formulir kuesioner yang disusun Komnas Perempuan memuat tentang identifikasi kasus kekerasan berbasis gender. 

3. Aduan langsung yang masuk ke Komnas Perempuan dari Unit Pengaduan dan Rujukan maupun dari surel
 
4. Menyajikan tambahan data dari mitra berdasarkan kelompok perempuan rentan yaitu kekerasan terhadap komunitas minoritas seksual, perempuan dengan disabilitas, perempuan dengan HIV, serta perempuan pembela HAM (Women Human Rights Defender disingkat WHRD) dan tambahan data kekerasan berbasis gender siber.
 
 
Demikian informasi mengenai 11 jenis kekerasan seksual terhadap perempuan di tahun 2020.
 
Semoga laporan Komnas Perempuan ini bisa menjadi upaya agar kekerasan seksual terhadap perempuan bisa terus turun. [*]
 

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tes PPPK Guru Tahap 2 Diundur?

Kamis, 2 Desember 2021 | 10:24 WIB
X