ASN Dilarang Cuti dan Bepergian ke Luar Daerah Selama Libur Maulid Nabi Muhammad

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 14:50 WIB
ASN Dilarang Pergi dan Cuti saat Maulid Nabi Muhammad SAW 18 – 22 Oktober 2021 (Ayobandung.com/Kavin Faza)
ASN Dilarang Pergi dan Cuti saat Maulid Nabi Muhammad SAW 18 – 22 Oktober 2021 (Ayobandung.com/Kavin Faza)

 

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Aparatur Sipil Negara (ASN) dilarang cuti dan bepergian ke luar daerah selama libur nasional, seperti halnya libur Maulid Nabi Muhammad Saw. 

Pemerintah sendiri menggeser libur Maulid Nabi Muhammad Saw. dari 19 Oktober 2021 menjadi 20 Oktober 2021. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah mengantisipasi munculnya klaster baru Covid-19.

Larangan bagi ASN agar tidak bepergian ke luar daerah tersebut telah diatur oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Repormasi Birokrasi (PANRB) dengan diterbitkannya Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah bagi ASN selama libur nasional 2021 dalam masa pandemi Covid-19.

Pembatasan bepergian ke luar daerah bagi ASN selama libur nasioanal maupun sebelum dan sesudah hari libur nasional tersebut, dimaksudkan untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang belum juga usai.

“Pegawai ASN dilarang melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah selama hari libur nasional tahun 2021 dan pada hari-hari kerja lainnya pada Minggu yang sama dengan hari libur nasional, baik sebelum dan/atau sesudah hari libur nasional,” bunyi SE tersebut dikutip dari laman resmi menpan.go.id, Rabu, 13 Oktober 2021.

Kendati demikian, ada pengecualian larangan bepergian ke luar daerah bagi ASN selama libur nasional, yakni:

  1. ASN yang bertempat tiinggal dan bekerja di Instansi yang berlokasi di dalam satu wilayah algomerasi yang akan melaksanakan tugas kedinasan di kantor.
  2. ASN yang melaksanakan perjalanan ke luar daerah dalam rangka pelaksanaan tugas kedinasan yang telah memperoleh surat tugas yang ditandatangani oleh minimal pejabat pimpnan tinggi pratama (eselon II) atau kepala kantor satuan kerja.
  3. ASN yang dalam keadaan terpaksa perlu untuk melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah dengan terlebih darhuli mendapatkan izin tertulis pejabat pembina kepegawaian di lingkungan instansinya.

ASN yang melaksanakan kegiatan bepergian ke luar daerah karena dalam kondisi terpaksa harus memperhatikan peta zonasi risiko penyebaran Covid-19 yang ditetapkan Satuan Tugas (Satgas) Penaganan Covid-19.

Di samping itu, ASN juga harus mengikuti peraturan dan kebijakan mengenai pembatasan keluar masuk orang yang ditetapkan oleh pemerintah daerah asal dan tujuan perjalanan, serta memenuhi kriteria, persyaratan, dan protokol perjalanan yang telah ditetapkan Kementerian Perhubungan dan Satgas Covid-19, dan selalu mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tes PPPK Guru Tahap 2 Diundur?

Kamis, 2 Desember 2021 | 10:24 WIB
X