Epidemiolog Angkat Bicara soal Izin Makan di Bioskop

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 16:53 WIB
Pemerintah memberi ini konter makanan dan minuman di bioskop beroperasi setelah melakukan evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Pemerintah memberi ini konter makanan dan minuman di bioskop beroperasi setelah melakukan evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah memberi ini konter makanan dan minuman di bioskop beroperasi setelah melakukan evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pakar epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Laura Navika Yamani meminta ada hal-hal yang harus dipenuhi sebelum tempat penjualan makanan di bioskop bisa kembali beroperasi, termasuk memastikan kapasitasnya.

Menurut Laura, kalau tempat makan dan minum di bioskop dibuka maka harus melihat beberapa hal. "Seperti kapasitas tempat makannya itu seperti apa, kemudian kalau makanannya boleh dibawa ke dalam saat menonton, apakah tempat duduk antarpenontonnya berjarak? Ini yang jarus dipikirkan," ujarnya dikutip Republika.co.id, Kamis (7/10/2021).

Baca Juga: 20 HP Murah RAM 6 GB 1 Jutaan Terbaru Oktober 2021, Asyik Buat Gaming!

Kalau ini tidak ada, Laura khawatir risiko penularan Covid-19 lebih besar. Oleh karena itu, Laura merekomendasikan tempat hiburan umum termasuk bioskop tentunya dibuka secara bertahap. Sebisa mungkin, ia meminta tidak ada aktivitas makan di dalam ruangan bioskop.

Ia menjelaskan, upaya ini dilakikan untuk mencegah risiko penularan Covid-19. Kecuali, jika ruangan dalam bioskop sudah difasilitasi dengan HEPA filter yakni penyaring udara berbentuk lipatan-lipatan dan bisa menyaring udara yang terkontaminasi dengan virus maka ini bisa menjadi pilihan. "Walau makan di dalam tetapi kalau ada HEPA filter masih diperbolehkan makan," ujarnya.

Jadi, ia meminta fasilitas dalam bioskop harus diinvestigasi. Terkait pengawasannya, ia mengatakan ini bisa dilakukan pemilik usaha hingga pemerintah daerah (pemda). Lebih lanjut Laura juga meminta masyarakat juga sadar kalau sekarang new normal, artinya tidak sama seperti sebelum pandemi yang bebas membuka masker di ruang tertutup.

Baca Juga: 20 Persen Warga Indonesia Rawan Gangguan Jiwa, Kok Bisa?

Karena aktivitas tak lagi sama, masyarakat diminta beradaptasi dengan kebiasaan baru. "Sehingga, protokol kesehatan (prokes) harus tetap dilakukan (termasuk memakai masker di ruang tertutup)," katanya.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berbagai Penyebab Tenaga Honorer Dihapuskan

Jumat, 21 Januari 2022 | 16:51 WIB

Video Kecelakaan Maut di Balikpapan yang Viral

Jumat, 21 Januari 2022 | 11:39 WIB

Kecelakaan Maut Balikpapan, 5 Tewas, 13 Luka-luka

Jumat, 21 Januari 2022 | 11:24 WIB

Catat! Ini Lokasi Baru Street Race Polda Metro Jaya

Jumat, 21 Januari 2022 | 10:15 WIB

Arteria Dahlan Minta Maaf

Kamis, 20 Januari 2022 | 14:02 WIB
X