Awal Oktober, Fitur PeduliLindungi Bisa Diakses di Platform Lain!

- Senin, 27 September 2021 | 20:39 WIB
Aplikasi PeduliLindungi saat ini menjadi salah satu syarat bagi masyarakat untuk bisa mendapatkan akses berbagai layanan. (PeduliLindungi)
Aplikasi PeduliLindungi saat ini menjadi salah satu syarat bagi masyarakat untuk bisa mendapatkan akses berbagai layanan. (PeduliLindungi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- aplikasi PeduliLindungi saat ini menjadi salah satu syarat bagi masyarakat untuk bisa mendapatkan akses berbagai layanan. Namun, tidak semua masyarakat dapat dengan mudah mengunduh aplikasi PeduliLindungi karena pelbagai keterbatasan, seperti penuhnya memori ponsel.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus berupaya memberikan kemudahan layanan bagi masyarakat, salah satunya dengan bisa diaksesnya fitul aplikasi PeduliLindungi dari platform aplikasi lain.

Chief Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji mengatakan, saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan platform-platform digital seperti Gojek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Tiket, Dana, Cinema XXI, dan Link Aja, agar fitur aplikasi PeduliLindungi bisa dengan mudah diakses oleh masyarakat.

Baca Juga: 18 Rekomendasi HP Murah RAM 6 GB 2 jutaan terbaik 2021

“Ini akan launching di bulan Oktober ini. Ada proses dimana kami memerlukan beberapa model untuk bisa diakses oleh setiap orang. Jadi aplikasi yang paling banyak digunakan itu kan seperti ada Gojek, Grab, Tokopedia dan lain sebagainya. Itu bisa digunakan untuk bisa masuk ke berbagai macam fitur yang ada di PeduliLindungi,” ujar Setiaji dikutip dari sehatnegeriku.kemkes.go.id, Senin, 27 September 2021.

Ia menyebut, setelah dilaunching pada Oktober nanti, masyarakat tidak perlu khawatir lagi dan harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi karena fitur-fiturnya sudah tersedia pada aplikasi lain seperti Gojek, Grab, Tokopedia dan lain sebagainya.

Dikatakan Setiaji, bagi masyarakat yang memang tidak memiliki ponsel pintar dan hendak melakukan perjalanan seperti perjalan udara maupun kereta api, akan tetap teridentifikasi status hasil Swab PCR maupun antigen dan sertifikat vaksinnya melalui nomor induk kependudukan (NIK). Statusnya akan terlihat saat membeli tiket karena memang harus menggunakan NIK.

“Sudah kami berlakukan di bandara, misalnya di bandara itu bahkan di tiket sudah kita integrasikan,” ucapnya.

Baca Juga: Perbedaan Alergi dan Intoleransi Makanan: Kenali Gejala hingga Cara Mengatasinya

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jemaah Bisa Umrah Setelah Karantina Lima Hari

Jumat, 22 Oktober 2021 | 10:34 WIB
X