Warga Parungbanteng Purwakarta Olah Gula Aren dalam Bentuk Kemasan

- Senin, 27 September 2021 | 15:57 WIB
Susi Letari menunjukan kemasan Gula Semut Aren Alam Desa (Istimewa)
Susi Letari menunjukan kemasan Gula Semut Aren Alam Desa (Istimewa)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Warga di Desa Parungbanteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta berinovasi mengolah gula aren dalam bentuk kemasan.

Uniknya, mereka mengolah nira pohon aren menggunakan bambu juga batok kelapa untuk memudahkan selama proses pengerjaan.

Baca Juga: Banyak Makan Tapi Tak Mau Gemuk? Coba Cara Mudah Ini

"Inovasi ini (dikemas) agar gula aren memiliki nilai jual lebih tinggi, sehingga bisa meningkatkan taraf hidup para petani aren di Desa Parungbanteng," ujar salah seorang perajin kemasan gula aren, Susi Lestari, Senin 27 September 2021.

Menurutnya, biasanya para petani yang produksi gula aren ganduan kurang lebih sekitar 600 gram dijual seharga Rp10. 000. Sementara, gula aren dalam kemasan ukuran per 100 gram dijual Rp5. 000.

"Jadi ada kenaikan harga jual bagi petani gula aren di Desa Parungbanteng. Kemasan ini kami lebeli Gula Semut Aren Alam Desa," kata wanita berusia 16 tahun itu.

Dia memastikan kualitas produk packaging atau kemasan tetap terjaga dan aman dikonsumsi, karena tidak mengandalkan kemasan menarik saja melainkan lebih dari itu.

"Dengan inovasi ini kita harap bisa terserap dan menjadi kebutuhan sehari-hari karena bentuknya seperti gula pasir," ujar Susi.

Adapun pemasaran sejauh ini hanya melalui media sosial dan kerabat terdekat di sekitar Sukasari.

Baca Juga: Harga Tomat Naik, Petani Lembang KBB Raup Untung Belasan Juta Rupiah

Untuk itu, perhatian dan dukungan pemerintah dinilai perlu terutama dalam hal promosi dan membangunkan jejaring pasar.

"Walaupun awalnya hanya produksi sesuai pesanan saja, namun saat ini sudah mulai ready stok. Pemasaran memang masih terbatas, kami harap pemerintah andil dalam hal pemasaran," ujar Susi.

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X