Status Lahan Bojongkoneng Belum Jelas, Alat Berat Sentul City Terus Beroperasi

- Senin, 27 September 2021 | 10:21 WIB
Sejumlah alat berat milik Sentul City tengah beroperasi di atas lahan sengketa di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor. (Ayobogor.com/Yogi Faisal)
Sejumlah alat berat milik Sentul City tengah beroperasi di atas lahan sengketa di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor. (Ayobogor.com/Yogi Faisal)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Klaim Sentul City yang konon memiliki Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) atas lahan di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor dibantahkan dengan fakta-fakta dari pihak kecamatan.

Kecamatan mengaku sama sekali tidak memiliki riwayat catatan yang menjelaskan jika lahan tersebut di bawah kekuasaan pihak Sentul City.

Kendati demikian, Sentul City tetap bersikeras hendak menguasai lahan tersebut. Bahkan sejumlah eskavator atau alat berat diterjunkan Sentul City untuk melakukan pengembangan di kawasan tersebut.

Baca Juga: ATR BPN Bogor Angkat Bicara Soal Sengketa Lahan Sentul City vs Rocky Gerung

Camat Babakan Madang Kabupaten Bogor Cecep Imam Nagarasid mengaku sempat mendatangi Sentul City mengenai aktivitas alat berat di lahan sengketa tersebut.

Namun Sentul City tetap bersikeras tetap ingin mengembangkan kawasan tersebut, dengan dalih pihaknya memiliki berkas resmi mengenai kepemilikan lahan itu.

"Saya pernah bertemu dengan pihak Sentul City untuk meminta keterangan soal aktivitas alat berat di sana. Jadi menurut mereka pihak Sentul City memiliki dokumen yang lengkap soal kepemilikan lahan itu. Makannya mereka tetap mau menggarap," katanya saat dihubungi Ayobogor.com belum lama ini.

Baca Juga: Pengamat Lihat Kejanggalan pada ATR BPN Bogor dalam Kisruh Lahan Sentul City vs Rocky Gerung

Tidak hanya itu, Cecep juga mengaku sudah berkomunikasi dengan Polsek Babakanmadang mengenai aktivitas alat berat yang menimbulkan keresahan di masyarakat. Namun lagi-lagi Sentul City tetap berdalih jika mereka memiliki bukti kuat tentang kepemilikan lahan sengketa.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X