Aplikasi Pedulilindungi Mau Jadi Alat Pembayaran?

- Minggu, 26 September 2021 | 16:46 WIB
Aplikasi PeduliLindungi; aplikasi PeduliLindungi berpotensi meraih keuntungan besar jika menjadi alat pembayaran digital. Pasalnya, penggunaan metode pembayaran nontunai bakal terus meningkat ke depannya. (Kominfo)
Aplikasi PeduliLindungi; aplikasi PeduliLindungi berpotensi meraih keuntungan besar jika menjadi alat pembayaran digital. Pasalnya, penggunaan metode pembayaran nontunai bakal terus meningkat ke depannya. (Kominfo)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Peneliti ekonomi senior Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy mengatakan aplikasi PeduliLindungi berpotensi meraih keuntungan besar jika menjadi alat pembayaran digital. Pasalnya, penggunaan metode pembayaran nontunai bakal terus meningkat ke depannya.

"Potensinya cukup luas karena Indonesia diproyeksikan sebagai salah satu negara ekonomi digital terbesar dalam beberapa tahun ke depan. Jadi, penggunaan mata uang digital pembayaran nontunai akan semakin banyak diminati oleh masyarakat,"katanya dinukil Republika.co.id, Minggu (26/9/2021).

Yusuf menyebut pembayaran nontunai memang menjadi pilihan masyarakat, terutama selama pandemi Covid-19. Pembayaran nontunai dilakukan untuk menghindari kontak fisik yang berpotensi menjadi salah satu sumber penyebaran virus tersebut.

Baca Juga: Bolehkah Orang Alergi Obat Disuntik Vaksin Covid-19?

Selain itu, perkembangan e-commerce saat ini yang menerima pembayaran nontunai membuat masyarakat menjadi lebih terbantu. Sehingga hal itu mendorong masifnya penggunaan pembayaran digital.

"Data terakhir menunjukkan nilai transaksi pembayaran nontunai itu mencapai sekitar Rp 160 triliun pada 2020, sementara volume transaksinya mencapai Rp 12 miliar. Jadi, memang kenaikannya itu cukup signifikan," ujarnya.

Melihat potensi besar itu, Yusuf menilai wajar jika Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan ingin menjadikan PeduliLindungi sebagai alat pembayaran digital. Kendati demikian, ia menyarankan pemerintah terlebih dahulu membenahi masalah keamanan datanya.

Baca Juga: Menyapu Rumah Malam Hari Picu Kemiskinan? Ini Faktanya

Sejumlah data-data masyarakat Indonesia selama satu tahun terakhir berhasil diakses pihak tidak bertanggung jawab, termasuk di aplikasi PeduliLindungi. "Ada beberapa kelompok masyarakat yang belum memahami secara utuh terkait pembayaran nontunai dan risiko yang ada di apa di baliknya. Jadi, menurut saya memang risiko dan masalah keamanan data ini masih harus dibenahi terlebih dahulu," tutur dia.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

4.874 Akun Pinjol Ilegal Ditutup Kemenkominfo

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Cara Cetak Dokumen Kependudukan Sendiri di Rumah

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:46 WIB

Gempa Terasa di Yogyakarta Rabu Siang Ini

Rabu, 13 Oktober 2021 | 12:42 WIB
X